Scroll untuk baca berita
HeadlinePOLRES PANGANDARANPOLRI

Polres Pangandaran Amankan Remaja dan Motor Bising yang Resahkan Warga Saat Sahur

480
×

Polres Pangandaran Amankan Remaja dan Motor Bising yang Resahkan Warga Saat Sahur

Sebarkan artikel ini

News Bidik||PANGANDARAN  Sejumlah remaja yang kerap meresahkan warga saat menjelang sahur berhasil diamankan oleh Polres Pangandaran Polda Jabar dalam kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) pada Minggu dinihari (23/3/2025).

Baca juga:

https://newsbidik.com/humas-polri/polres-pangandaran-gelar-berbagi-takjil-dan-buka-puasa-bersama-insan-media/

Para remaja tersebut diketahui sering melakukan aksi kebut-kebutan dengan sepeda motor serta menimbulkan kebisingan yang mengganggu ketenangan warga sekitar. Dalam operasi ini, petugas mengamankan delapan unit sepeda motor yang diduga digunakan untuk balap liar.

Selain itu, sejumlah pemuda yang tengah nongkrong sambil mengonsumsi minuman keras juga terjaring dalam razia.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Pangandaran, IPDA Dimas Aditama, mengatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, terutama selama bulan Ramadan.

“Kami menindak para pemuda yang kerap mengganggu ketenangan warga dengan kebut-kebutan motor dan suara bising, khususnya menjelang sahur. Selain itu, kami juga menemukan beberapa remaja yang mengonsumsi minuman keras,” ujarnya.

Baca juga:

https://newsbidik.com/humas-polri/kapolres-pangandaran-gelar-sholat-gaib-untuk-polisi-gugur-dalam-penggerebekan/

Lebih lanjut, IPDA Dimas menjelaskan bahwa pihaknya telah mengamankan delapan sepeda motor yang digunakan dalam aksi kebut-kebutan. Para remaja yang terlibat juga telah diperiksa, dan selanjutnya orang tua mereka akan dipanggil untuk mendapatkan pembinaan.

“Kami ingin memastikan bahwa mereka lebih bertanggung jawab atas tindakan mereka, sehingga kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

 Polres Pangandaran berharap dengan adanya kegiatan rutin yang ditingkatkan ini, gangguan ketertiban di masyarakat, terutama saat Ramadan, dapat diminimalkan. Pihak kepolisian juga akan terus berkoordinasi dengan para orang tua dalam upaya pembinaan agar para remaja tersebut tidak mengulangi perbuatannya.

Tinggalkan Balasan

ACEH BARAT DAYA

Penggunaan bahan kimia berbahaya seperti sianida (NaCN) dan merkuri dalam tambang emas rakyat di Aceh Barat Daya bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan. Negara tidak boleh kalah oleh praktik ilegal yang merusak masa depan generasi bangsa,” tegas Tim Liputan Khusus Aceh, Minggu (25/01/2026).

Aceh

Penangkapan pelaku yang sempat buron ini merupakan bukti komitmen Polres Nagan Raya dalam menegakkan hukum dan memberikan perlindungan kepada korban. Setiap pelaku KDRT akan kami tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku,” tegas Kasat Reskrim Polres Nagan Raya, AKP Muhammad Rizal, S.E., S.H., M.H.

Headline

“Sat Resnarkoba Polres Nagan Raya berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu dengan mengamankan seorang pengedar beserta 114 paket sabu seberat total 114,89 gram. Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat dan menjadi bagian dari komitmen kepolisian dalam memberantas narkoba hingga ke akar jaringannya,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Nagan Raya AKP Very Syahputra, S.H., M.H.

Aceh

“Diduga kuat pengusaha pemborong besi tua di PKS PT Sofindo Seunagan menggunakan tabung Elpiji 3 kg bersubsidi untuk kegiatan pemotongan besi tua. Penggunaan yang dilakukan hampir setiap malam dan telah berlangsung hampir sepekan ini dinilai menyalahi aturan perundang-undangan. Masyarakat mendesak APH segera mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan LPG subsidi yang semestinya diperuntukkan bagi warga kurang mampu, bukan untuk kepentingan bisnis pengusaha.”

Aceh

Petani menjadi tersangka, sementara perusahaan perkebunan diduga kebal hukum. Manipulasi HGU yang melibatkan oknum BPN/ATR harus diusut tuntas demi keadilan masyarakat Padang Panyang.”

“Sudah puluhan tahun perusahaan berkuasa, tetapi hak rakyat tak pernah benar-benar merdeka. Presiden Prabowo diharapkan turun tangan menegakkan keadilan agraria di Nagan Raya.”

“Program plasma 20 persen hanya tinggal formalitas. Sampai hari ini tidak satu pun petani menikmati hasilnya.”

“Kami meminta APH tidak menutup mata. Mafia tanah harus dihentikan, bukan rakyat yang dijadikan tumb