Scroll untuk baca berita
HeadlineJawa BaratNEWSBIDIK -KOTA BEKASI

Petugas Disdamkarmat Kota Bekasi Evakuasi Dua Biawak Besar dari Area Musala Warga Jatibening

2021
×

Petugas Disdamkarmat Kota Bekasi Evakuasi Dua Biawak Besar dari Area Musala Warga Jatibening

Sebarkan artikel ini
Petugas Rescue C1 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi mengevakuasi dua ekor biawak berukuran besar dari area musala di rumah warga di Jalan Jatibening Raya, Kota Bekasi, Minggu (15/3/2026). Evakuasi dilakukan setelah adanya laporan warga karena satwa tersebut masuk ke fasilitas ibadah dan merusak bagian plafon bangunan. Dok Foto: NEWSBIDIK/Browibowo.

NEWSBIDIK, Kota Bekasi — Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi berhasil mengevakuasi dua ekor biawak berukuran besar yang masuk ke area fasilitas ibadah musala milik warga di kawasan Jatibening, Kota Bekasi. Proses evakuasi tersebut dilakukan setelah adanya laporan dari pemilik rumah yang merasa khawatir dengan keberadaan satwa liar tersebut di sekitar bangunan musala.

Baca Juga:

Berbagi Kebahagiaan, Pokja Wartawan DPRD Kabupaten Bekasi Gelar Santunan Anak Yatim Piatu dan Buka Puasa Bersama 

Peristiwa ini terjadi di sebuah rumah pribadi yang beralamat di Jalan Jatibening Raya , pada Minggu (15/3/2026). Menurut keterangan warga, dua ekor biawak tersebut diketahui berada di bagian belakang bangunan rumah dan sempat masuk ke area musala yang berada di dalam lingkungan rumah tersebut.

Menanggapi laporan tersebut, tim penyelamat dari Disdamkarmat Kota Bekasi yang tergabung dalam Rescue C1 langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Sebanyak lima personel diterjunkan untuk melakukan penanganan dan evakuasi satwa liar tersebut.

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pengamatan situasi guna memastikan posisi biawak dan meminimalisir risiko terhadap penghuni rumah maupun kerusakan bangunan. Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan karena ukuran kedua biawak tergolong besar dan berada di area sempit di sekitar bangunan musala.

Dalam proses penanganannya, petugas menggunakan peralatan khusus untuk menangkap satwa liar tersebut agar dapat diamankan tanpa membahayakan petugas maupun lingkungan sekitar. Setelah beberapa saat melakukan upaya pengendalian, kedua biawak akhirnya berhasil ditangkap dan diamankan oleh tim Rescue C1.

Salah satu warga yang melaporkan kejadian tersebut, Arwan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas respon cepat yang diberikan oleh petugas Disdamkarmat Kota Bekasi. Ia mengatakan keberadaan biawak tersebut sempat membuat keluarga dan warga sekitar merasa khawatir.

“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada tim Rescue C1 yang bergerak cepat mengevakuasi biawak yang ukurannya besar. Hewan itu bahkan sempat merusak bagian plafon musala di belakang rumah,” ujar Arwan kepada media NEWSBIDIK.

Menurutnya, keberadaan biawak tersebut diduga berasal dari lingkungan sekitar yang masih memiliki area saluran air dan semak-semak, sehingga memungkinkan satwa tersebut masuk ke kawasan permukiman warga.

Baca Juga:

DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim, Tekankan Kepedulian Sosial 

Arwan juga menambahkan bahwa keberadaan satwa liar di kawasan permukiman tentu menimbulkan kekhawatiran bagi warga, terutama jika masuk ke area fasilitas ibadah maupun ruang yang sering digunakan oleh keluarga.

Sementara itu, tim Rescue C1 memastikan bahwa kedua biawak yang berhasil ditangkap kemudian dibawa untuk diamankan dan selanjutnya akan dilepasliarkan di habitat yang lebih aman dan jauh dari permukiman warga.

Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan di lingkungan tempat tinggal. Dengan adanya laporan cepat dari warga, petugas dapat segera melakukan penanganan sehingga potensi bahaya dapat diminimalisir.

Disdamkarmat Kota Bekasi sendiri selama ini tidak hanya bertugas dalam penanganan kebakaran, tetapi juga aktif dalam operasi penyelamatan (rescue), termasuk evakuasi hewan liar yang masuk ke kawasan permukiman warga.

Kecepatan dan kesiapsiagaan tim Rescue C1 dalam menangani laporan masyarakat kembali menunjukkan komitmen pelayanan kepada warga Kota Bekasi dalam menjaga keselamatan lingkungan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Jawa Barat

“Dugaan pungutan liar di kawasan Jembatan Timbang Tolongas, Sumedang, menjadi perhatian serius karena sejumlah truk bermuatan terlihat melanjutkan perjalanan tanpa masuk ke area penimbangan setelah diduga terjadi transaksi. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dan pembuktian dari pihak pengelola UPKB serta instansi terkait. Transparansi pemeriksaan dan penegakan aturan diperlukan untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai ketentuan.”

Headline

Wartawan Bekasi Raya menyatukan barisan dan akan menggelar aksi damai di Kantor Bupati Bekasi untuk menyuarakan pentingnya penghormatan terhadap kemerdekaan pers serta perlindungan terhadap kerja jurnalistik. Aksi tersebut juga mendesak Pemkab Bekasi melakukan pemeriksaan objektif terkait dugaan perlakuan tidak patut terhadap seorang wartawan saat menjalankan tugas konfirmasi.

Jawa Barat

Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan tidak secara otomatis menghilangkan hak masyarakat untuk menerima bantuan sosial. Pekerja informal, termasuk peserta mandiri dan pekerja dengan upah di bawah UMK, tetap berhak mendapatkan bansos sepanjang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.”

Headline

Dugaan adanya praktik pembekingan tambang emas ilegal di Kabupaten Lebak, Banten, memunculkan pertanyaan publik terhadap efektivitas pengawasan dan penegakan hukum. Dugaan keterlibatan oknum aparat berpangkat bintang dua perlu diusut secara profesional, transparan, dan berdasarkan bukti guna memastikan kebenaran informasi serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.