Scroll untuk baca berita
HeadlineJawa BaratNEWSBIDIK -KOTA BEKASI

Petugas Disdamkarmat Kota Bekasi Evakuasi Dua Biawak Besar dari Area Musala Warga Jatibening

1924
×

Petugas Disdamkarmat Kota Bekasi Evakuasi Dua Biawak Besar dari Area Musala Warga Jatibening

Sebarkan artikel ini
Petugas Rescue C1 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi mengevakuasi dua ekor biawak berukuran besar dari area musala di rumah warga di Jalan Jatibening Raya, Kota Bekasi, Minggu (15/3/2026). Evakuasi dilakukan setelah adanya laporan warga karena satwa tersebut masuk ke fasilitas ibadah dan merusak bagian plafon bangunan. Dok Foto: NEWSBIDIK/Browibowo.

NEWSBIDIK, Kota Bekasi — Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi berhasil mengevakuasi dua ekor biawak berukuran besar yang masuk ke area fasilitas ibadah musala milik warga di kawasan Jatibening, Kota Bekasi. Proses evakuasi tersebut dilakukan setelah adanya laporan dari pemilik rumah yang merasa khawatir dengan keberadaan satwa liar tersebut di sekitar bangunan musala.

Baca Juga:

Berbagi Kebahagiaan, Pokja Wartawan DPRD Kabupaten Bekasi Gelar Santunan Anak Yatim Piatu dan Buka Puasa Bersama 

Peristiwa ini terjadi di sebuah rumah pribadi yang beralamat di Jalan Jatibening Raya , pada Minggu (15/3/2026). Menurut keterangan warga, dua ekor biawak tersebut diketahui berada di bagian belakang bangunan rumah dan sempat masuk ke area musala yang berada di dalam lingkungan rumah tersebut.

Menanggapi laporan tersebut, tim penyelamat dari Disdamkarmat Kota Bekasi yang tergabung dalam Rescue C1 langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Sebanyak lima personel diterjunkan untuk melakukan penanganan dan evakuasi satwa liar tersebut.

Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pengamatan situasi guna memastikan posisi biawak dan meminimalisir risiko terhadap penghuni rumah maupun kerusakan bangunan. Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan karena ukuran kedua biawak tergolong besar dan berada di area sempit di sekitar bangunan musala.

Dalam proses penanganannya, petugas menggunakan peralatan khusus untuk menangkap satwa liar tersebut agar dapat diamankan tanpa membahayakan petugas maupun lingkungan sekitar. Setelah beberapa saat melakukan upaya pengendalian, kedua biawak akhirnya berhasil ditangkap dan diamankan oleh tim Rescue C1.

Salah satu warga yang melaporkan kejadian tersebut, Arwan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas respon cepat yang diberikan oleh petugas Disdamkarmat Kota Bekasi. Ia mengatakan keberadaan biawak tersebut sempat membuat keluarga dan warga sekitar merasa khawatir.

“Alhamdulillah kami sangat berterima kasih kepada tim Rescue C1 yang bergerak cepat mengevakuasi biawak yang ukurannya besar. Hewan itu bahkan sempat merusak bagian plafon musala di belakang rumah,” ujar Arwan kepada media NEWSBIDIK.

Menurutnya, keberadaan biawak tersebut diduga berasal dari lingkungan sekitar yang masih memiliki area saluran air dan semak-semak, sehingga memungkinkan satwa tersebut masuk ke kawasan permukiman warga.

Baca Juga:

DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi Gelar Buka Puasa Bersama dan Santunan Anak Yatim, Tekankan Kepedulian Sosial 

Arwan juga menambahkan bahwa keberadaan satwa liar di kawasan permukiman tentu menimbulkan kekhawatiran bagi warga, terutama jika masuk ke area fasilitas ibadah maupun ruang yang sering digunakan oleh keluarga.

Sementara itu, tim Rescue C1 memastikan bahwa kedua biawak yang berhasil ditangkap kemudian dibawa untuk diamankan dan selanjutnya akan dilepasliarkan di habitat yang lebih aman dan jauh dari permukiman warga.

Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan satwa liar yang berpotensi membahayakan di lingkungan tempat tinggal. Dengan adanya laporan cepat dari warga, petugas dapat segera melakukan penanganan sehingga potensi bahaya dapat diminimalisir.

Disdamkarmat Kota Bekasi sendiri selama ini tidak hanya bertugas dalam penanganan kebakaran, tetapi juga aktif dalam operasi penyelamatan (rescue), termasuk evakuasi hewan liar yang masuk ke kawasan permukiman warga.

Kecepatan dan kesiapsiagaan tim Rescue C1 dalam menangani laporan masyarakat kembali menunjukkan komitmen pelayanan kepada warga Kota Bekasi dalam menjaga keselamatan lingkungan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Daerah

“Polres Pangandaran memastikan penanganan dugaan perusakan 63 pohon karet milik PTPN I Regional 2 masih berada pada tahap penyelidikan. Kepolisian menegaskan seluruh laporan akan diproses secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti, sementara masyarakat diminta menghormati proses hukum serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.”

Daerah

“Final Camat Cup 2026 di Alun-alun Malangbong berlangsung meriah dengan antusiasme ratusan penonton. Plt Camat Malangbong mengajak masyarakat menjaga sportivitas dan ketertiban, sementara KOK Malangbong mengapresiasi kerja keras panitia yang telah menyukseskan turnamen bola voli antar desa sebagai ajang pembinaan atlet sekaligus mempererat persatuan masyarakat.”

Aceh

“Dugaan aktivitas illegal logging di kawasan hutan lindung Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya, kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, KPH Wilayah IV, dan Satgas PKH bertindak tegas, transparan, serta mengusut tuntas apabila ditemukan indikasi keterlibatan pihak-pihak yang melindungi praktik pembalakan liar tersebut. Penegakan hukum tanpa pandang bulu dinilai menjadi kunci menyelamatkan hutan Aceh dari kerusakan yang semakin meluas.”

Daerah

“Diduga sebuah rumah di Ngemplak, Boyolali, digunakan sebagai lokasi penyimpanan dan penjualan LPG tanpa izin. Pemilik rumah mengaku bukan agen maupun pangkalan resmi serta menyampaikan adanya klaim keterlibatan pihak lain, termasuk menyebut oknum kepolisian sebagai ‘backing’. Seluruh pengakuan tersebut masih bersifat sepihak dan belum mendapat konfirmasi dari pihak yang disebut maupun aparat berwenang.”

Aceh

“Persoalan yang mencuat di RSUD Sultan Iskandar Muda tidak hanya menyangkut administrasi dan keuangan, tetapi juga menyentuh kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari keterlambatan pembayaran TPP ASN, persoalan sanitasi, hingga temuan BPK terkait indikasi pembayaran jasa pelayanan kesehatan secara ganda menjadi perhatian yang diharapkan segera ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh dan langkah perbaikan tata kelola oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.”