Scroll untuk baca berita
DIYPolitik

Sri Sultan Tekankan Aspek Budaya dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana

340
×

Sri Sultan Tekankan Aspek Budaya dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana

Sebarkan artikel ini
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menerima jajaran pengurus Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Selasa (9/9). Pertemuan membahas rencana peringatan 20 tahun Gempa Jogja sekaligus pentingnya peran budaya dalam mitigasi kebencanaan. Selasa (9/9/2025) Dok poto. Humas pemda diy.

NEWS BIDIK, YOGYAKARTA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan pentingnya memasukkan aspek budaya dan sosial dalam setiap langkah pengurangan risiko bencana. Menurutnya, ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana tidak bisa dilepaskan dari kearifan lokal yang menjadi kekuatan bangsa.

baca juga

Yogyakarta Bidik Juara Umum PORDA DIY 2025, Dua Srikandi Sumbang Emas

Penegasan tersebut disampaikan Sri Sultan saat menerima audiensi jajaran pengurus Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (9/9).

baca juga

Sri Sultan Minta Sekolah dan Kampus di DIY Bijak Sikapi Unjuk Rasa

Ketua Umum IABI, Prof. Ir. Harkunti Pertiwi Rahayu, Ph.D., menjelaskan bahwa kedatangan pihaknya bertujuan untuk menyampaikan rencana penyelenggaraan peringatan 20 tahun Gempa Yogyakarta. Acara tersebut akan digelar pada 24–26 Mei 2026, bersamaan dengan pertemuan ilmiah tahunan IABI yang rencananya diikuti lebih dari 600 anggota.

“Kami datang untuk kulonuwun karena akan menyelenggarakan peringatan 20 tahun Gempa Jogja, sekaligus melaksanakan agenda rutin kami berupa pertemuan ilmiah tahunan,” kata Harkunti.

Lebih lanjut, Harkunti menuturkan bahwa Sri Sultan memberikan masukan agar IABI lebih mendalami peran budaya dalam strategi mitigasi bencana. Menurut Sri Sultan, budaya adalah kelebihan yang dimiliki Indonesia dalam membangun ketangguhan masyarakat.

baca juga 

PSI Bantul Konsolidasi, Siap Tancap Gas Menuju Pemilu 2029

“IABI diharapkan terus menggali keilmuan mengenai hubungan budaya dengan mitigasi kebencanaan,” ujarnya menirukan pesan Sri Sultan.

baca juga

Presiden Prabowo Tegaskan Pasal 33 UUD 1945 Jadi Fondasi Pembangunan Ekonomi Nasional

 

Aceh

Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H. (TRK), resmi melantik delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) di lingkungan Pemkab Nagan Raya. Dalam arahannya, TRK menegaskan agar seluruh pejabat yang dilantik menjalankan amanah dengan penuh integritas, disiplin, dan tanggung jawab, serta menyatukan langkah untuk mewujudkan visi-misi TRK–Sayang melalui pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel.”

Aceh

“Apresiasi kami sampaikan kepada seluruh perusahaan yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmennya melalui program CSR serta mendukung suksesnya HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya. Semoga sinergi dan kolaborasi ini terus terjalin untuk membangun Nagan Raya yang mandiri dan madani,” ujar Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan (TRK), saat menutup Nagan Raya Fair 2026 di Alun-Alun Suka Makmue, Senin (21/7/2026).

Aceh

“Menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar mengibarkan Sang Saka Merah Putih, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi muda melalui disiplin, integritas, dan semangat pengabdian kepada bangsa. Kepercayaan ini adalah kehormatan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.” — Plt. Sekda Nagan Raya, Ir. H. Hizbulwatan.

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menyiapkan 270 peserta didik dari seluruh kecamatan untuk mengikuti Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Program pendidikan berbasis asrama ini menjadi langkah nyata memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan upaya memutus mata rantai kemiskinan.”

Aceh

“Kami, jajaran KPA Wilayah Nagan Raya bersama seluruh pimpinan Sagoe dan Ketua Tuha Peut, menyatakan dukungan penuh kepada Abu Said Isa Quraisy (Abu Malaka) sebagai Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya. Sikap ini lahir dari aspirasi kader di tingkat bawah demi menjaga stabilitas organisasi, memperkuat persatuan, serta memastikan Partai Aceh tetap berjalan sesuai semangat perjuangan dan kepentingan kader.”