Scroll untuk baca berita
DaerahJawa Timur

Lapas Kelas IIA Sidoarjo Pindahkan 22 Warga Binaan demi Optimalkan Pembinaan dan Atasi Over Kapasitas,

498
×

Lapas Kelas IIA Sidoarjo Pindahkan 22 Warga Binaan demi Optimalkan Pembinaan dan Atasi Over Kapasitas,

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//Sidoarjo, – Dalam rangka optimalisasi program pembinaan serta penanganan over kapasitas, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo melaksanakan pemindahan terhadap 22 orang warga binaan ke beberapa lapas lain di wilayah Jawa Timur pada Kamis (5/6). Kegiatan dimulai sejak pukul 04.00 WIB dan berlangsung dengan aman serta kondusif.

Pemindahan ini merupakan bagian dari implementasi Akselerasi 13 Program Direktif Menteri Hukum dan HAM, khususnya program nomor 5 yang berfokus pada “Pengurangan Over Kapasitas Lapas/Rutan.”

Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, Amd.IP., S.H., M.M., bersama jajaran pengamaman dan staf pembinaan, memimpin langsung proses yang berlangsung aman dan kondusif.

Adapun rincian pemindahan warga binaan adalah sebagai berikut:

4 orang dipindahkan ke Lapas Kelas IIB Jombang

11 orang ke Lapas Kelas I Madiun

7 orang ke Lapas Kelas IIA Madiun

Sebelum keberangkatan, dilakukan serangkaian prosedur pengamana, mulai dari pengecekan kesialan kendaraan, penggeledahan badan, hingga pemasangan borgol untuk menjamin keamanan dalam proses pemindahan, proses ini melibatkan regu pengamaman, Staf KPLP, kamtib, dan staf pembinaan.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung pembinaan yang lebih optimal serta menciptakan kondisi lapas yang aman, tertib, dan manusiawi.

Tinggalkan Balasan

Daerah

Kutipan Berita Unggulan:
“Empat medali emas menjadi modal awal bagi Kontingen Jepara untuk terus melaju di Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Dengan semangat juang, kerja keras, dan kekompakan seluruh atlet, pelatih, serta ofisial, Jepara optimistis mengejar target 50 medali emas dan menembus empat besar.”

Daerah

“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Nagan Raya membutuhkan sinergi, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil monitoring, memastikan realisasi anggaran berjalan optimal, serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.”

Aceh

“Monitoring dan evaluasi kesiapan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pidie menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan yang telah dilaksanakan dapat segera ditindaklanjuti dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mempercepat operasionalisasi koperasi sebagai penggerak ekonomi gampong, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian desa.”