Scroll untuk baca berita
NasionalPeristiwaSulawesi Tenggara

Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Barat Laut Poso, Warga Panik Meski Tak Berpotensi Tsunami

431
×

Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Barat Laut Poso, Warga Panik Meski Tak Berpotensi Tsunami

Sebarkan artikel ini
Warga Poso berhamburan keluar rumah pascagempa magnitudo 6,0 yang mengguncang wilayah barat laut Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (17/8/2025) pagi. Meski tak berpotensi tsunami, guncangan cukup kuat membuat panik warga. (Dok. newsbidik.com/red/)

NEWS BIDIK, POSO –Duka menyelimuti sebagian warga Poso, Sulawesi Tengah, pada Minggu pagi (17/8/2025), setelah wilayah barat laut kabupaten tersebut diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0. Meski tidak berpotensi tsunami, kejadian ini memicu kepanikan warga yang sedang bersiap merayakan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80.

Gempa terjadi pada pukul 05:38:52 WIB, saat sebagian besar masyarakat masih berada di rumah. Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), titik koordinat gempa berada di 1.30 Lintang Selatan dan 120.62 Bujur Timur, atau tepatnya di 18 kilometer barat laut Kabupaten Poso. Pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer.

“#Gempa Mag:6.0, 17-Agu-25 05:38:52 WIB, Lok:1.30 LS,120.62 BT (18 km BaratLaut POSO-SULTENG), Kedlmn:10 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG,” tulis BMKG melalui akun resmi di platform X @infoBMKG.

Tak Timbulkan Tsunami, Tapi Tinggalkan Trauma

Meski gempa ini tidak menyebabkan tsunami, kekuatan guncangannya dirasakan cukup kuat oleh warga di beberapa kecamatan sekitar. Sejumlah warga dilaporkan sempat berhamburan keluar rumah karena takut terjadi gempa susulan.

“Getarannya sangat terasa. Kami semua terbangun dan langsung lari ke luar rumah. Anak-anak menangis, kami khawatir akan terjadi sesuatu yang lebih besar,” ujar Rina, seorang warga dari Kecamatan Lage.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun kerusakan serius akibat gempa. Namun, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Poso telah bergerak cepat melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan.

Poso, Daerah Rawan Gempa di Sulawesi Tengah

Sebagai informasi, Kabupaten Poso terletak sekitar 214 kilometer dari Kota Palu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah. Wilayah ini secara geografis memang berada dalam zona seismik aktif yang rawan gempa bumi. Aktivitas tektonik di wilayah ini kerap terjadi karena pertemuan lempeng-lempeng bumi di wilayah Indonesia bagian timur.

BMKG terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Masyarakat juga diminta untuk tidak mudah terpancing informasi palsu dan selalu mengandalkan informasi resmi dari BMKG atau instansi berwenang lainnya.

Catatan Redaksi

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Indonesia berada di kawasan cincin api Pasifik yang rentan gempa dan bencana geologi lainnya. Edukasi mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi sangat penting untuk meminimalkan risiko ketika gempa kembali terjadi.

Tinggalkan Balasan

Nasional

Ketua LSM ABA, Suryadi Djamil, mengapresiasi langkah Polri dalam mengusut dugaan penyadapan terhadap Presiden RI. Ia mendesak penyidik mengungkap seluruh pihak yang terlibat, termasuk aktor intelektual di balik perkara tersebut, secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Siapa pun yang terbukti melanggar hukum harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan yang berlaku.”

Jakarta

Rotasi dan mutasi terhadap 199 perwira tinggi dan perwira menengah Polri merupakan bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier untuk memperkuat kinerja institusi. Penempatan pejabat baru diharapkan mampu menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, dan menghadirkan pelayanan kepolisian yang responsif serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.”

Biografi

Dalam setiap lembar sejarah Nusantara, tersimpan kisah perjuangan, pengorbanan, kesetiaan, dan keberanian para tokoh yang telah meletakkan fondasi kejayaan bangsa. Salah satu sosok yang memiliki tempat istimewa dalam perjalanan sejarah…

Headline

Dugaan adanya praktik pembekingan tambang emas ilegal di Kabupaten Lebak, Banten, memunculkan pertanyaan publik terhadap efektivitas pengawasan dan penegakan hukum. Dugaan keterlibatan oknum aparat berpangkat bintang dua perlu diusut secara profesional, transparan, dan berdasarkan bukti guna memastikan kebenaran informasi serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.