Scroll untuk baca berita
https://newsbidik.com/wp-content/uploads/2026/02/Sebanyak-16-SPPG-Polri-telah-dilengkapi-fasilitas-penunjang-berbasis-kemandirian-pangan-mulai-d.webp
Semarang

Suasana Haru di Peringatan 7 Hari Wafatnya Ustadz Nurhadi Prayitno, Dihadiri Ulama dan Tokoh Masyarakat

371
×

Suasana Haru di Peringatan 7 Hari Wafatnya Ustadz Nurhadi Prayitno, Dihadiri Ulama dan Tokoh Masyarakat

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK||Semarang, – Suasana haru menyelimuti kediaman almarhum Ustadz Nurhadi Prayitno, atau yang akrab disapa Ustadz Nur, dalam acara peringatan tujuh hari wafatnya yang digelar pada Jumat malam (4/4/2025) di Jalan Pengapon, Kampung Purnasari No. 24, RT 02/RW 02, Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang.

Ratusan warga bersama tokoh agama dan masyarakat tampak hadir dalam rangkaian acara tahlilan dan doa bersama. Sejumlah ulama ternama seperti Assayyid Al Ustadz Ali Bin Abdurrahman Al Jufri dan Assayyid Al Ustadz Abu Bakar Al Athos turut serta dalam prosesi doa dan zikir bersama untuk mengenang sosok Ustadz Nurhadi yang dikenal luas karena keteladanan dan dedikasinya dalam berdakwah.

Acara dimulai dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Ali Al Jufri. Dalam tausiyah yang disampaikan, para ulama mengajak hadirin untuk meneladani perjuangan dakwah almarhum yang selama hidupnya senantiasa membimbing umat dengan penuh keikhlasan dan kepedulian.

“Beliau adalah panutan umat. Sosok yang rendah hati dan konsisten menanamkan nilai-nilai keislaman serta kepedulian sosial. Kehilangan beliau tentu menjadi duka mendalam, namun keteladanannya harus terus kita jaga dan amalkan,” tutur salah satu ulama yang hadir.

Di tengah suasana duka, para jamaah juga mengungkapkan rasa syukur atas warisan ilmu dan nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan almarhum selama hidupnya. Ustadz Nurhadi dikenal tidak hanya sebagai pendakwah, tetapi juga sosok yang dekat dengan masyarakat dari berbagai kalangan.

Tak hanya memperingati tujuh hari wafatnya Ustadz Nurhadi, acara malam itu juga dirangkaikan dengan peringatan 40 hari wafatnya Bapak Budi Sutrisno, atau akrab disapa Mas Jalu. Almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik hati dan memiliki jiwa sosial tinggi di lingkungannya.

Kedua peringatan ini menjadi momentum refleksi bagi masyarakat untuk meneladani semangat pengabdian dan kepedulian sosial kedua almarhum semasa hidup. Semoga segala amal ibadah mereka diterima oleh Allah SWT, dan segala kebaikan yang telah diwariskan dapat terus memberi manfaat bagi umat

Tinggalkan Balasan

Jawa Tengah

Gudang diduga menjadi pusat penimbunan solar bersubsidi di Desa Sruwen, Tengaran, Kabupaten Semarang akhirnya terbongkar. Tim investigasi menemukan puluhan tandon 1.000 liter, mesin pompa besar, serta jejak aktivitas armada mobil yang keluar-masuk membawa BBM dari berbagai SPBU. Warga mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas dugaan mafia solar yang merugikan negara hingga miliaran rupiah.”

Jawa Tengah

“Warga mendesak Dinas Imigrasi Jawa Tengah mengambil langkah tegas terkait dugaan keberadaan tenaga kerja asing (TKA) ilegal yang bekerja tanpa izin di Kawasan Industri Kendal (KIK). Temuan adanya mess penampungan, upah di bawah standar, hingga ketiadaan BPJS dan K3 memperkuat dugaan praktik pelanggaran ketenagakerjaan oleh perusahaan. Kasus ini kini menjadi sorotan dan menunggu tindakan nyata dari pihak berwenang.”

Jawa Tengah

Proyek drainase senilai Rp11,7 miliar di Kawasan Dempel, Muktiharjo Kidul, Semarang menuai sorotan. Selain tidak memasang papan informasi proyek, pelaksana diduga memasang UDitch tanpa lantai kerja di atas genangan air. Praktik ini jelas bertentangan dengan standar teknis konstruksi dan berpotensi menurunkan kualitas bangunan. Dengan selisih anggaran mencapai Rp3,39 miliar dari pagu awal, publik berhak mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan proyek tersebut.”