Scroll untuk baca berita
NasionalNEWSBIDIK-KAB SOLOKPeristiwaSumatera Barat

Banjir Bandang Terjang Solok, Satu Warga Meninggal dan Satu Masih Dalam Pencarian

2946
×

Banjir Bandang Terjang Solok, Satu Warga Meninggal dan Satu Masih Dalam Pencarian

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK,SOLOK, SUMATERA BARAT — Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin malam, 21 September 2026. Bencana yang terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi tersebut mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan satu warga lainnya hingga kini masih dalam pencarian.

Berdasarkan pembaruan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa, 22 September 2026, pukul 18.45 WIB, selain korban meninggal dunia dan satu warga yang masih dicari, terdapat satu orang mengalami luka berat serta tiga warga lainnya mengalami luka ringan.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bencana tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Derasnya hujan memicu meluapnya aliran air hingga membawa material lumpur dan menerjang sejumlah kawasan permukiman serta fasilitas umum.

“Peristiwa ini menyebabkan satu warga meninggal dunia dan satu warga masih dalam pencarian. Selain itu, satu warga mengalami luka berat dan tiga warga mengalami luka ringan,” ujar Berton dalam keterangannya, Selasa, 22 September 2026.

Dampak banjir bandang cukup luas. Sekitar 100 unit rumah dilaporkan terdampak. Sebanyak sembilan keluarga atau 32 jiwa terpaksa mengungsi untuk menghindari risiko lanjutan akibat bencana.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas pemerintahan. BNPB mencatat dua kantor pemerintahan mengalami kerusakan berat, sementara sembilan kantor pemerintahan lainnya mengalami kerusakan ringan. Satu fasilitas kesehatan turut terdampak akibat banjir bandang tersebut.

Selain bangunan, akses transportasi juga terganggu. Satu jembatan yang berada di jalur utama Arosuka dilaporkan putus. Sementara itu, kondisi lahan pertanian yang terdampak masih dalam proses pendataan oleh petugas.

Banjir bandang tersebut juga berdampak terhadap kendaraan milik warga. Sedikitnya 21 unit mobil dan tujuh unit sepeda motor dilaporkan terdampak.

Pasca kejadian, BPBD Kabupaten Solok bersama BPBD Provinsi Sumatera Barat melakukan penanganan di lokasi. Petugas masih berupaya membersihkan material lumpur yang menutup badan jalan sekaligus melakukan pencarian terhadap warga yang belum ditemukan.

Pada Selasa pagi, tim SAR gabungan menyusuri aliran sungai guna mencari keberadaan satu warga yang masih dalam pencarian. Upaya pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan dan situasi pascabencana.

Selain pencarian dan pembersihan material, dukungan logistik juga mulai disalurkan kepada masyarakat terdampak. UPT BNPB di Kota Padang bergerak menuju Kabupaten Solok dengan membawa bantuan berupa 100 kilogram beras, 50 paket sembako, lima dus minyak goreng, 10 dus sarden, sekitar 100 selimut, serta 20 dus air mineral.

BNPB bersama pemerintah daerah terus melakukan pendataan dan penanganan dampak banjir bandang, termasuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi serta proses pencarian korban yang masih berlangsung.

Penulis: BrowibowoEditor: Browibowo

Tinggalkan Balasan

Aceh

Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan yang diucapkan setiap peringatan 1 Juni. Nilai-nilainya harus hadir dalam tindakan nyata, mulai dari menghormati perbedaan, menjaga persatuan, hingga mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Masa depan bangsa tidak ditentukan oleh seberapa lantang kita menyebut Pancasila, tetapi oleh seberapa konsisten kita mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.”