Scroll untuk baca berita
AcehNEWS-BIDIK NAGANRAYA

LSM CAPA Aceh Soroti Rehabilitasi SD Negeri Drien Tujoh, Dugaan Material Atap Tak Sesuai Spesifikasi

1770
×

LSM CAPA Aceh Soroti Rehabilitasi SD Negeri Drien Tujoh, Dugaan Material Atap Tak Sesuai Spesifikasi

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, Nagan Raya — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Central Aceh Public Advocacy (CAPA) Provinsi Aceh menyoroti pelaksanaan rehabilitasi gedung SD Negeri Drien Tujoh, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya. Sorotan tersebut mencuat setelah adanya dugaan penggunaan material atap seng yang dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan.

Ketua LSM CAPA Aceh, Azmi, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, material seng yang digunakan pada pekerjaan rehabilitasi sekolah tersebut diduga memiliki ketebalan sekitar 0,26 milimeter. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu diperiksa dan dibandingkan dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen pekerjaan serta ketentuan program rehabilitasi satuan pendidikan.

“Kami melihat adanya dugaan ketidaksesuaian material yang digunakan. Karena itu, spesifikasi teknis harus diperiksa secara terbuka agar penggunaan anggaran benar-benar sesuai dengan peruntukannya,” ujar Azmi, Jumat (21/8/2026).

Azmi menegaskan, pekerjaan rehabilitasi fasilitas pendidikan tidak hanya berkaitan dengan hasil fisik bangunan, tetapi juga menyangkut kualitas material dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran negara. Menurutnya, setiap material yang digunakan semestinya mengacu pada spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam perencanaan pekerjaan.

Dalam upaya memperoleh klarifikasi, Azmi mengaku telah mendatangi pihak SD Negeri Drien Tujoh untuk melakukan konfirmasi terkait pelaksanaan rehabilitasi tersebut. Namun, ia menyebut komunikasi dengan kepala sekolah berlangsung kurang baik dan dirinya mendapatkan ucapan yang dinilai tidak semestinya.

Azmi meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya melakukan klarifikasi dan evaluasi terhadap pelaksanaan rehabilitasi sekolah tersebut. Ia juga berharap penggunaan anggaran diperiksa secara akurat, transparan, dan akuntabel sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta prinsip keterbukaan informasi publik.

“Kami meminta Dinas Pendidikan jangan hanya melihat hasil pekerjaan secara kasat mata. Spesifikasi material, volume pekerjaan, kualitas bangunan, serta penggunaan anggaran juga harus diperiksa secara menyeluruh,” katanya.

Selain meminta pemeriksaan dari instansi teknis, LSM CAPA Aceh juga mendorong aparat penegak hukum (APH) melakukan pengawasan apabila ditemukan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek. Menurut Azmi, dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dokumen, pengukuran volume pekerjaan, pemeriksaan material, serta audit terhadap penggunaan anggaran.

“Kami berharap APH dapat menindaklanjuti apabila nantinya ditemukan bukti adanya penyimpangan. Jangan sampai anggaran pembangunan fasilitas pendidikan dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya tidak bermaksud menghambat pembangunan maupun program pemerintah di bidang pendidikan. Kritik dan pengawasan tersebut, kata dia, merupakan bagian dari upaya mendorong agar setiap program yang menggunakan uang negara dilaksanakan secara transparan, tepat sasaran, serta menghasilkan bangunan yang berkualitas dan bermanfaat bagi peserta didik.

Hingga berita ini disusun, dugaan ketidaksesuaian spesifikasi material atap tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut melalui dokumen kontrak atau petunjuk teknis pekerjaan serta pemeriksaan langsung oleh instansi berwenang. Begitu pula terkait pernyataan mengenai komunikasi dengan kepala sekolah, diperlukan konfirmasi dari pihak sekolah untuk memperoleh pemberitaan yang berimbang.

LSM CAPA Aceh berharap seluruh pihak terkait dapat memberikan klarifikasi secara terbuka sehingga persoalan tersebut tidak berkembang menjadi polemik dan masyarakat memperoleh kepastian mengenai kualitas pekerjaan serta penggunaan anggaran rehabilitasi SD Negeri Drien Tujoh.

Penulis: Zahari ZEditor: Redaktur

Tinggalkan Balasan

Aceh

Bantuan ini sangat berarti bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Kami menyampaikan terima kasih kepada PT Socfindo Seunagan yang telah menunjukkan kepedulian dan perhatian kepada masyarakat. Semoga kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi lebih banyak penyandang disabilitas di Nagan Raya,” ujar Ali Efendi, Ketua PPDI Kabupaten Nagan Raya.

Aceh

“Turnamen catur ini kita gelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebanyak 56 pecatur dari berbagai kecamatan di Kabupaten Nagan Raya ikut ambil bagian. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat silaturahmi serta mendorong perkembangan olahraga catur di Nagan Raya,” ujar H. Wahidin, SE, selaku panitia pelaksana turnamen.

Aceh

Penyerahan bendera secara simbolis dilakukan oleh Bupati Nagan Raya Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Nagan Raya, Taufik, S.H., kepada para camat di halaman Kantor Bupati Nagan Raya, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Rabu (12/8/2026).

Aceh

“Silaturahmi dan komunikasi yang baik antara Partai Aceh dengan jajaran Kepolisian merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkuat persatuan, serta mendukung pembangunan Kabupaten Nagan Raya. Sinergi yang terjalin hari ini diharapkan terus berlanjut demi terciptanya daerah yang aman, damai, dan kondusif,” ujar Pj Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya, Samsuar, S.E. (Wan Malaya).

Aceh

“Keputusan Ketua DPP Partai Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dalam menunjuk Tgk. Samsuar (Wan Malaya) sebagai Penjabat Ketua Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya harus kita hormati dan dukung bersama. Saya mengajak seluruh kader, simpatisan, serta elemen organisasi Partai Aceh untuk tetap solid, bersatu, dan memberikan ruang kepada beliau bekerja memperbaiki serta membangun Partai Aceh di Nagan Raya. Mari kita beri kepercayaan selama enam bulan ke depan, kemudian baru kita evaluasi kinerjanya. Jangan saling menyalahkan, karena bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh,” ujar Ali Hasyimi, mantan Panglima Wilayah KPA Kabupaten Nagan Raya.

Aceh

“Pengukuhan sembilan Pramuka Garuda menjadi tonggak sejarah baru bagi Gerakan Pramuka di Kabupaten Nagan Raya. Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan dedikasi para anggota muda yang diharapkan mampu menjadi teladan di sekolah maupun di tengah masyarakat,” ujar Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Nagan Raya, Raja Sayang, saat mengukuhkan sembilan Anggota Pramuka Garuda Kwarcab Nagan Raya Tahun 2026 di halaman SMKN 1 Nagan Raya, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Minggu (2/8/2026).