Scroll untuk baca berita
AcehHeadlinePeristiwa

Emak-Emak Desa Mon Dua Demo Kantor Desa, Tuntut Keadilan Bantuan Banjir Diduga Salah Sasaran

3098
×

Emak-Emak Desa Mon Dua Demo Kantor Desa, Tuntut Keadilan Bantuan Banjir Diduga Salah Sasaran

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, Nagan raya. Ratusan emak-emak dari Desa Mon Dua, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, menggelar aksi demonstrasi di depan kantor desa pada Senin (30/3/2026) sejak pukul 09.00 WIB. Aksi tersebut dipicu oleh dugaan ketidakadilan dalam penyaluran bantuan program pascabencana banjir yang dinilai tidak tepat sasaran.

Dalam aksi tersebut, warga menuntut transparansi dan keadilan dari pemerintah desa terkait pendistribusian bantuan stimulan. Mereka menilai bantuan yang seharusnya diberikan kepada korban terdampak justru jatuh ke tangan aparatur desa serta pihak-pihak yang tidak berhak, termasuk warga yang tidak lagi tinggal di wilayah terdampak.

Warga juga menyoroti buruknya proses pendataan yang dinilai tidak akurat dan terkesan amburadul. Dugaan praktik pilih kasih hingga adanya penerima bantuan dari kalangan keluarga perangkat desa turut menjadi sorotan utama dalam aksi tersebut.

Salah satu kasus yang mencuat adalah penerimaan bantuan oleh seorang warga bernama Murdiata, yang disebut telah lama menetap di Meulaboh, Aceh Barat, bahkan sebelum bencana banjir terjadi. Namun, yang bersangkutan justru terdaftar sebagai penerima bantuan. Pernyataan yang diduga disampaikan Murdiata pun memicu kemarahan warga karena dianggap menyudutkan korban banjir.

“Ia mengatakan dirinya tidak terdampak banjir tapi tetap mendapat bantuan, sementara kami yang terdampak justru tidak mendapat apa-apa,” ujar salah satu warga dalam orasinya.

Selain itu, warga juga mengungkap dugaan adanya Kartu Keluarga (KK) ganda yang menyebabkan banyak korban banjir tidak terdata sebagai penerima bantuan. Sebaliknya, bantuan justru diterima oleh pihak yang tidak mengalami dampak langsung dari bencana.

Rukiah, salah satu korban banjir, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia menyebut bahwa dirinya bersama warga lain yang terdampak tidak menerima bantuan apa pun, baik berupa dana maupun bantuan perabot rumah tangga.

“Kami sudah menyerahkan data seperti KTP dan KK kepada aparatur desa, tapi tidak pernah menerima bantuan. Yang dapat justru mereka yang tidak terdampak,” ujarnya.

Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, khususnya Bupati, untuk segera turun tangan dan mengusut tuntas dugaan penyimpangan tersebut. Mereka juga meminta agar bantuan yang telah diberikan kepada pihak yang tidak berhak segera ditarik kembali, serta aparat desa yang terlibat diproses secara hukum.

Aksi semakin memanas ketika kepala desa yang diharapkan hadir untuk memberikan penjelasan tidak kunjung datang. Warga mengaku telah menunggu hingga pukul 11.00 WIB, namun kepala desa tidak berada di tempat.

Sebagai bentuk protes, para demonstran kemudian melakukan penyegelan terhadap pintu kantor desa. Mereka menyatakan bahwa kantor desa tidak akan dibuka hingga persoalan penyaluran bantuan diselesaikan secara adil dan transparan.

Sekretaris desa, Supriman, yang berada di lokasi, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti tuntutan warga. Ia juga menegaskan bahwa kantor desa akan tetap ditutup sementara waktu hingga permasalahan tersebut menemukan solusi.

“Kami akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Sebelum masalah ini selesai, kantor desa tidak akan dibuka,” ujarnya.

Aksi ini mencerminkan kekecewaan mendalam masyarakat terhadap dugaan ketidakadilan dalam penyaluran bantuan pascabencana. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan kepercayaan masyarakat dapat kembali pulih.

Saat diwawancarai Tgk Zainal di lokasi bantuan yang sudah disalurkan tidak tepat sasaran hanya mengatas namakan Namum bantuan tersebut milik kepala desa .tuha 4 dan kadus serta sanak famili Aparatur desa ” Katanya “

Aceh

Bantuan ini sangat berarti bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Kami menyampaikan terima kasih kepada PT Socfindo Seunagan yang telah menunjukkan kepedulian dan perhatian kepada masyarakat. Semoga kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi lebih banyak penyandang disabilitas di Nagan Raya,” ujar Ali Efendi, Ketua PPDI Kabupaten Nagan Raya.

Aceh

“Turnamen catur ini kita gelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebanyak 56 pecatur dari berbagai kecamatan di Kabupaten Nagan Raya ikut ambil bagian. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat silaturahmi serta mendorong perkembangan olahraga catur di Nagan Raya,” ujar H. Wahidin, SE, selaku panitia pelaksana turnamen.

Aceh

Penyerahan bendera secara simbolis dilakukan oleh Bupati Nagan Raya Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Nagan Raya, Taufik, S.H., kepada para camat di halaman Kantor Bupati Nagan Raya, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Rabu (12/8/2026).

Headline

“Manajemen SPBU Wanarejan menegaskan bahwa operasional penyaluran BBM bersubsidi telah berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Mereka membantah tuduhan yang dimuat dalam pemberitaan sebelumnya, menyatakan tidak pernah dimintai konfirmasi sebelum berita dipublikasikan, serta meminta agar mekanisme hak jawab, hak koreksi, dan prinsip keberimbangan dalam Kode Etik Jurnalistik dihormati. Apabila tidak ada tindak lanjut, pihak SPBU menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum untuk melindungi nama baik perusahaan.”

Aceh

“Silaturahmi dan komunikasi yang baik antara Partai Aceh dengan jajaran Kepolisian merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkuat persatuan, serta mendukung pembangunan Kabupaten Nagan Raya. Sinergi yang terjalin hari ini diharapkan terus berlanjut demi terciptanya daerah yang aman, damai, dan kondusif,” ujar Pj Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya, Samsuar, S.E. (Wan Malaya).