Scroll untuk baca berita
AcehDaerahNEWS-BIDIK NAGANRAYA

Jembatan Alue Wakie Putus, Bupati Nagan Raya Minta Pemerintah Segera Bertindak

2406
×

Jembatan Alue Wakie Putus, Bupati Nagan Raya Minta Pemerintah Segera Bertindak

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, Suka Makmue – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya terus mendorong percepatan pembangunan kembali Jembatan Desa Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur, yang terputus akibat bencana banjir hidrometeorologi beberapa bulan lalu. Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., atau yang akrab disapa TRK, menegaskan bahwa keberadaan jembatan tersebut sangat krusial bagi kehidupan masyarakat setempat.

Pernyataan tersebut disampaikan TRK saat mendampingi tim dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang turun langsung meninjau kondisi jembatan pada Jumat, 27 Maret 2026. Dalam kesempatan itu, TRK menyampaikan harapan besar agar pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh segera merealisasikan pembangunan kembali jembatan yang menjadi urat nadi aktivitas warga tersebut.

Menurutnya, sejak jembatan itu terputus, mobilitas masyarakat menjadi sangat terganggu. Warga dari beberapa desa kini harus mencari alternatif lain yang jauh dari kata aman dan nyaman. Salah satunya dengan menggunakan sampan kecil bermesin untuk menyeberangi aliran sungai demi mencapai kebun sawit maupun menuju sekolah.

“Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Selain menghambat aktivitas ekonomi, juga membahayakan keselamatan masyarakat, terutama anak-anak yang harus menyeberang setiap hari untuk bersekolah,” ujar TRK saat berada di lokasi.

Ia menambahkan, jembatan tersebut bukan hanya sekadar akses penghubung antarwilayah, melainkan juga menjadi jalur utama bagi distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga. Jika kondisi ini terus berlarut-larut, dikhawatirkan akan berdampak pada menurunnya produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

TRK pun berharap kunjungan tim dari Kemendagri ini dapat menjadi langkah awal percepatan penanganan. Ia optimistis, dengan adanya perhatian langsung dari pemerintah pusat, pembangunan kembali jembatan tersebut dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat.

“Harapan kami, setelah peninjauan ini, ada tindak lanjut konkret sehingga Jembatan Alue Wakie bisa segera dibangun kembali. Ini sangat penting demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, tim terpadu dari Kemendagri yang melakukan peninjauan dipimpin oleh Direktur Penataan Daerah, Otonomi Khusus, dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) pada Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Dr. Sumule Tumbo, S.E., M.M. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memetakan kondisi infrastruktur daerah yang terdampak bencana.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Nagan Raya, Ir. H. Hizbulwatan, bersama sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK). Selain itu, para keuchik dan tokoh masyarakat Desa Alue Wakie juga hadir, menyampaikan langsung kondisi yang mereka hadapi sejak jembatan itu tidak lagi dapat digunakan.

Kehadiran berbagai pihak dalam peninjauan ini diharapkan mampu mempercepat proses pengambilan kebijakan. Masyarakat setempat pun menaruh harapan besar agar pemerintah segera mengambil langkah nyata, sehingga akses vital yang selama ini menjadi penopang kehidupan mereka dapat kembali berfungsi seperti sediakala.

Baca Juga:

Bupati TRK Salurkan Bantuan Daging Meugang dari Presiden untuk Korban Banjir Bandang Nagan Raya

Bupati TRK Serahkan SK Pengangkatan 2.150 PPPK Paruh Waktu

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Dugaan aktivitas warga negara asing di kawasan hutan Aceh harus ditelusuri secara serius melalui pemeriksaan faktual dan koordinasi lintas instansi. Jika terbukti terdapat pelanggaran keimigrasian, pertambangan, kehutanan, atau lingkungan hidup, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun, seluruh proses tetap harus menjunjung asas praduga tak bersalah serta mengedepankan transparansi kepada masyarakat.”

Aceh

Transparansi pembangunan jembatan Alue Siron–Alue Bata di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, perlu mendapat perhatian serius. Masyarakat berhak mengetahui status pekerjaan, sumber anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab. Instansi terkait diharapkan memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi dan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.”

Daerah

“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Nagan Raya membutuhkan sinergi, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil monitoring, memastikan realisasi anggaran berjalan optimal, serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.”

Aceh

“Monitoring dan evaluasi kesiapan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pidie menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan yang telah dilaksanakan dapat segera ditindaklanjuti dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mempercepat operasionalisasi koperasi sebagai penggerak ekonomi gampong, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian desa.”