Scroll untuk baca berita
AcehKonsultasiNEWS-BIDIK NAGANRAYA

Ribuan Penambang Emas Nagan Raya Orasi di DPRK, Tuntut Solusi Legalitas dan Pembinaan Tambang Rakyat

3218
×

Ribuan Penambang Emas Nagan Raya Orasi di DPRK, Tuntut Solusi Legalitas dan Pembinaan Tambang Rakyat

Sebarkan artikel ini

NEWS BIDIK, Nagan Raya, Aceh – Ribuan masyarakat penambang emas di Kabupaten Nagan Raya menggelar aksi orasi di Gedung DPRK Nagan Raya, Senin (9/2/2026). Aksi yang dikoordinir oleh Mualem Beutong selaku Koordinator Solidaritas Masyarakat Penambang Emas tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan aparat penegak hukum (APH) dan unsur TNI.

Baca Juga:

Forkab Aceh Barat Tegaskan Kepengurusan Resmi, Perusahaan Diminta Waspada Oknum Mengatasnamakan Organisasi

Dalam aksi tersebut, masyarakat penambang, termasuk kaum ibu-ibu penambang tradisional, menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada perwakilan DPRK Nagan Raya. Mereka berharap pemerintah daerah tidak menutup aktivitas pertambangan rakyat, melainkan memberikan solusi terbaik melalui pembinaan dan regulasi yang jelas agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta membiayai pendidikan anak-anak mereka. Suasana haru sempat terlihat ketika beberapa perwakilan masyarakat menyampaikan aspirasi dengan linangan air mata di hadapan anggota dewan.

Baca Juga:

APH Nagan Raya Didesak Usut Dugaan Pencemaran Limbah PKS

Sementara itu, anggota DPRK Nagan Raya, Zulkarnain yang juga mantan aktivis, menyampaikan bahwa pihak legislatif memiliki keterbatasan kewenangan untuk menghadirkan bupati secara langsung dalam forum tersebut. Ia menyebutkan bahwa koordinasi lintas unsur Forkopimda, termasuk Kapolres, diperlukan untuk menghadirkan pihak eksekutif dalam forum resmi di gedung DPRK.

Baca Juga:

Bupati Nagan Raya Lantik 13 Pejabat JPT Pratama, Tekankan Disiplin dan Evaluasi Kinerja Berkala

Zulkarnain kemudian meminta waktu kepada massa aksi untuk membuka ruang komunikasi dan lobi bersama Kapolres guna menghadirkan perwakilan pemerintah daerah. Tidak lama berselang, perwakilan massa aksi, anggota DPRK, unsur TNI-Polri, serta perwakilan eksekutif yang diwakili oleh Plt. Sekda Nagan Raya, Zulkifli, S.Pd, menggelar pertemuan di aula rapat DPRK setempat.

Baca Juga:

Diharapkan Kepada Aparat Penegak Hukum . Penertiban Tambang Emas Rakyat Pakai Bahan Kimia Di Aceh Barat Daya.

Dari hasil pertemuan tersebut, seluruh pihak menyepakati komitmen untuk memfasilitasi dan membuka ruang bagi masyarakat penambang pribumi Nagan Raya agar tetap dapat beraktivitas di wilayah kabupaten, dengan tetap mengacu pada aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Aksi yang berlangsung hingga sore hari tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Perwakilan orator dari atas mobil komando menyampaikan apresiasi kepada TNI-Polri yang telah mengawal jalannya aksi sehingga berlangsung aman dan tertib.

Baca Juga:

PD IWO Aceh Barat Salurkan Bantuan Kepada Anggota yang Terdampak Banjir

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada anggota DPRK, khususnya Zulkarnain, yang dinilai telah hadir di tengah masyarakat dan membantu mendorong solusi bagi penambang rakyat. Setelah menerima surat pernyataan terkait pembinaan penambang rakyat pribumi Nagan Raya, massa aksi membubarkan diri secara tertib.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Dugaan aktivitas warga negara asing di kawasan hutan Aceh harus ditelusuri secara serius melalui pemeriksaan faktual dan koordinasi lintas instansi. Jika terbukti terdapat pelanggaran keimigrasian, pertambangan, kehutanan, atau lingkungan hidup, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun, seluruh proses tetap harus menjunjung asas praduga tak bersalah serta mengedepankan transparansi kepada masyarakat.”

Aceh

Transparansi pembangunan jembatan Alue Siron–Alue Bata di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, perlu mendapat perhatian serius. Masyarakat berhak mengetahui status pekerjaan, sumber anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab. Instansi terkait diharapkan memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi dan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.”

Daerah

“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Nagan Raya membutuhkan sinergi, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil monitoring, memastikan realisasi anggaran berjalan optimal, serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.”