Scroll untuk baca berita
PARLREMENPolitik

Edy Wuryanto: Pengawasan Dapur MBG Lemah, Fokus Terlalu pada Kuantitas.

3066
×

Edy Wuryanto: Pengawasan Dapur MBG Lemah, Fokus Terlalu pada Kuantitas.

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, saat memberikan keterangan terkait pengawasan kualitas program Makan Bergizi Gratis (MBG). Jum'at, (19/9/25/) Dok poto newsbidik.com /browibowo./RED.,

NEWS BIDIK,JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyoroti lemahnya pengawasan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menimbulkan kasus keracunan massal di sejumlah daerah.

baca juga

Presiden Prabowo Kunjungi Paviliun Indonesia di Expo 2025 Osaka

Dalam sepekan terakhir, laporan kasus keracunan muncul dari Baubau, Lamongan, Sumbawa, Gunungkidul hingga Garut. Menurut Edy, rentetan peristiwa ini mengindikasikan bahwa pengawasan mutu belum berjalan optimal karena Badan Gizi Nasional (BGN) terlalu mengejar pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam jumlah besar.

“Fakta penerima manfaat MBG mengalami gejala keracunan menunjukkan lemahnya kontrol mutu. Akar masalahnya ada pada BGN yang lebih mementingkan kuantitas dapur ketimbang kualitas,” ujar Edy, Jumat (19/9/2025).

Ia mengungkapkan, dari anggaran BGN sebesar Rp71 triliun, baru terserap sekitar 18,6 persen. Demi meningkatkan serapan, BGN diduga gencar membangun dapur baru meski sebagian belum memenuhi standar.

“Yang dikejar jumlah dapurnya, bukan kualitas. Padahal ada dapur yang dibangun asal jadi,” tambah legislator PDI Perjuangan itu.

Edy menjelaskan, pembangunan dapur MBG sebagian besar diserahkan kepada yayasan masyarakat yang terbatas secara modal. Akibatnya, banyak SPPG tidak sesuai ketentuan sehingga berpotensi mencemari makanan. Ia pun mengusulkan agar yayasan diberikan pinjaman lunak guna mendirikan SPPG sesuai standar.

baca juga

Presiden Prabowo Tegaskan Pasal 33 UUD 1945 Jadi Fondasi Pembangunan Ekonomi Nasional

Selain itu, ia menekankan pentingnya akreditasi SPPG oleh lembaga independen di luar BGN untuk memastikan kelayakan.

“Jangan mudah memberi izin operasional pada dapur yang belum sesuai standar, karena taruhannya adalah keselamatan penerima manfaat,” tegasnya.

Tak hanya BGN, Edy juga menyoroti BPOM dan Dinas Kesehatan daerah yang dinilai belum maksimal dalam melakukan monitoring rutin. Padahal, BPOM telah mendapat tambahan anggaran hingga Rp700 miliar khusus untuk pengawasan.

baca juga

Presiden Prabowo Resmikan 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih, Simbol Kebangkitan Ekonomi Rakyat

Menurutnya, peningkatan jumlah dapur MBG harus diiringi dengan pengawasan kualitas dan keamanan pangan.

“Keselamatan penerima manfaat MBG jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar target pembangunan dapur atau angka serapan anggaran,” pungkas Edy.

Tinggalkan Balasan

Aceh

Bupati juga berharap Muscab VI mampu melahirkan kepengurusan yang solid, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Nagan Raya. Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Nagan Raya, Ari Saputra, S.H., M.H., menegaskan komitmen organisasinya untuk mendukung pemerintahan Bupati TRK serta seluruh kebijakan pembangunan, termasuk mendorong masuknya investasi demi kemajuan daerah.

Aceh

Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H. (TRK), resmi melantik delapan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama) di lingkungan Pemkab Nagan Raya. Dalam arahannya, TRK menegaskan agar seluruh pejabat yang dilantik menjalankan amanah dengan penuh integritas, disiplin, dan tanggung jawab, serta menyatukan langkah untuk mewujudkan visi-misi TRK–Sayang melalui pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel.”

Aceh

“Apresiasi kami sampaikan kepada seluruh perusahaan yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmennya melalui program CSR serta mendukung suksesnya HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya. Semoga sinergi dan kolaborasi ini terus terjalin untuk membangun Nagan Raya yang mandiri dan madani,” ujar Bupati Nagan Raya, Dr. Teuku Raja Keumangan (TRK), saat menutup Nagan Raya Fair 2026 di Alun-Alun Suka Makmue, Senin (21/7/2026).

Aceh

“Menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar mengibarkan Sang Saka Merah Putih, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi muda melalui disiplin, integritas, dan semangat pengabdian kepada bangsa. Kepercayaan ini adalah kehormatan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.” — Plt. Sekda Nagan Raya, Ir. H. Hizbulwatan.