Scroll untuk baca berita
AcehPendidikan

Bupati dan Wabup Gelar Temu Ramah dengan Kepala TK, SD, dan SMP Se-Kabupaten Nagan Raya

383
×

Bupati dan Wabup Gelar Temu Ramah dengan Kepala TK, SD, dan SMP Se-Kabupaten Nagan Raya

Sebarkan artikel ini
Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati, Raja Sayang, saat temu ramah dengan para kepala TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Nagan Raya di Anjungan Pendopo Bupati, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Selasa (9/9/2025). Dok poto newsbidik.com /Zahari Z

NEWS BIDIK, ACEH Nagan Raya– Bupati Nagan Raya, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati, Raja Sayang, mengadakan temu ramah dan konsolidasi dengan para kepala sekolah dari jenjang TK, SD, hingga SMP se-Kabupaten Nagan Raya. Kegiatan ini berlangsung di Anjungan Pendopo Bupati, Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Selasa (9/9/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Nagan Raya yang akrab disapa TRK menekankan pentingnya pendidikan sebagai tulang punggung pembangunan daerah. “Tanpa pendidikan yang kuat dan berkualitas, kita tidak mungkin menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan,” ujarnya.

Bupati TRK menambahkan, peran kepala sekolah bukan hanya jabatan administratif semata. Kepala sekolah bertanggung jawab memastikan layanan pendidikan berjalan baik, guru melaksanakan tugasnya, lingkungan sekolah aman dan nyaman bagi peserta didik, serta semua proses administrasi dan pengelolaan sekolah sesuai aturan.

Ia juga menyoroti adanya kesalahpahaman persepsi sebagian masyarakat terhadap jenjang SD dan SMP. “Padahal sekolah SD dan SMP mengajarkan pelajaran agama, termasuk materi muatan lokal dan jam nol. Apalagi di Aceh, kita menerapkan kurikulum pendidikan Islami,” jelasnya.

Bupati TRK meminta kepala sekolah dapat memperkuat implementasi Jam Nol sesuai edaran Dinas Pendidikan. Bila perlu, edaran tersebut akan ditetapkan melalui Peraturan Bupati (Perbup) agar lebih efektif. Tujuannya, menciptakan citra positif terhadap satuan pendidikan jenjang SD dan SMP.

“Saya memahami menjadi kepala sekolah saat ini tidak mudah. Tanggung jawab besar, tekanan tinggi, dan tuntutan terus meningkat. Namun, dengan semangat kebersamaan, niat tulus, dan kerja keras, kita bisa menghadapi tantangan bersama,” ungkapnya.

Bupati TRK menambahkan, Pemkab Nagan Raya akan terus mendukung pendidikan melalui penyediaan infrastruktur, tunjangan, dan kebijakan yang berpihak pada mutu dan keadilan.

 “Mari jadikan pertemuan ini sebagai langkah awal sinergi lebih erat dan konstruktif, dengan tujuan memajukan pendidikan di Kabupaten Nagan Raya yang kita cintai,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Zulkifli, S.Pd., dalam laporannya menyampaikan terkait Pelaksanaan Jam Nol. Program ini dirancang untuk meningkatkan budaya belajar dan kedisiplinan siswa dan guru, sekaligus membentuk karakter peserta didik.

“Keberhasilan Jam Nol sangat tergantung pada komitmen kepala sekolah sebagai pemimpin. Kepala sekolah harus menjadi teladan kedisiplinan, begitu pula guru, yang menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan semangat untuk maju,” sebutnya.

Kadisdik juga menekankan harapan besar masyarakat terhadap dunia pendidikan. “Orang tua menitipkan anak-anaknya kepada kita, berharap mereka tumbuh menjadi generasi cerdas, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Mari jadikan pekerjaan kita sebagai ladang pengabdian, bekerja dengan hati, tulus, dan penuh tanggung jawab,” tutupnya.

Sebagai informasi, di Kabupaten Nagan Raya terdapat 41 TK, 137 SD, dan 42 SMP. Acara dihadiri pula oleh Ketua DPRK, Sekda, para Asisten Sekda, Ketua beserta jajaran MPD, para pengawas sekolah, serta para kepala sekolah se-Kabupaten Nagan Raya.

Tinggalkan Balasan

Jawa Tengah

Anggaran negara yang bersumber dari pajak rakyat harus digunakan secara tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan. Dugaan ketidaksesuaian material dan spesifikasi dalam proyek revitalisasi SD Negeri 1 Ngandong, Bumiharjo, Jepara, perlu ditelusuri secara transparan melalui pemeriksaan teknis dan audit agar kualitas pembangunan terjamin serta setiap rupiah uang negara benar-benar memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.”

Aceh

“Dugaan aktivitas warga negara asing di kawasan hutan Aceh harus ditelusuri secara serius melalui pemeriksaan faktual dan koordinasi lintas instansi. Jika terbukti terdapat pelanggaran keimigrasian, pertambangan, kehutanan, atau lingkungan hidup, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun, seluruh proses tetap harus menjunjung asas praduga tak bersalah serta mengedepankan transparansi kepada masyarakat.”

Jawa Tengah

“Universitas Muria Kudus diharapkan menjadi pusat pelatihan dan persiapan calon pekerja migran Indonesia melalui program SMK Go Global. Dengan dukungan pelatihan bahasa, peningkatan kompetensi, uji kompetensi, hingga proses penempatan, lulusan SMK diharapkan mampu bersaing di pasar kerja internasional dengan tetap mengutamakan perlindungan dan keselamatan pekerja migran.”

Aceh

Transparansi pembangunan jembatan Alue Siron–Alue Bata di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, perlu mendapat perhatian serius. Masyarakat berhak mengetahui status pekerjaan, sumber anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab. Instansi terkait diharapkan memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi dan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.”

Aceh

“Monitoring dan evaluasi kesiapan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pidie menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan yang telah dilaksanakan dapat segera ditindaklanjuti dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mempercepat operasionalisasi koperasi sebagai penggerak ekonomi gampong, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian desa.”