Scroll untuk baca berita
Jawa BaratNasionalNEWS-BIDIK. CIAMIS

Pesan Menteri Agus Saat Pembebasan Warga Binaan Lapas Ciamis Tuai Perhatian

5325
×

Pesan Menteri Agus Saat Pembebasan Warga Binaan Lapas Ciamis Tuai Perhatian

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK,//Ciamis – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berperan aktif dalam mendukung program pembinaan di dalam lapas. Ucapan ini disampaikannya usai momen pembebasan bersyarat seorang narapidana yang sebelumnya sempat viral karena ditolak keluarganya, namun kini berhasil kembali menatap masa depan berkat pembinaan intensif yang dijalani. Kamis, 17/7/2025).

 

“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan masyarakat, tokoh agama, mitra pendidikan, serta lembaga sosial yang turut mendampingi para warga binaan. Semoga semangat mereka untuk terus belajar, memperbaiki diri, dan mendalami ilmu agama tetap tumbuh, demi bekal saat kembali ke masyarakat kelak,” ujar Supriyanto.

 

Menanggapi peristiwa viral tersebut, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (IMIPAS), Jenderal Pol (Purn) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., memberikan pernyataan khusus. Ia menekankan bahwa pembinaan warga binaan harus dilandaskan pada Asta Cita Presiden yang dijabarkan ke dalam 13 program akselerasi pemasyarakatan.

 

“Setiap program pembinaan kami desain sesuai dengan kondisi dan dinamika di lapangan. Ada banyak temuan yang harus segera disikapi. Tujuannya agar para narapidana benar-benar mendapatkan perubahan yang nyata, bukan hanya di atas kertas,” ujar Menteri Agus.

 

Ia juga menyoroti pentingnya implementasi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari warga binaan. “Ajaran agama jika hanya dihafal, akan menjadi kalimat mati tanpa makna. Namun bila dipraktikkan, akan menjadi hidup dan menumbuhkan harapan. Bagi mereka yang benar-benar mengimani, pembinaan ini adalah jalan pulang yang sesungguhnya,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut, Menteri Agus mendorong seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan agar aktif membangun jejaring dengan berbagai pihak, termasuk investor dan lembaga pelatihan. Hal ini bertujuan agar warga binaan memiliki keterampilan yang berguna, mendapatkan premi kerja, dan memiliki tabungan sebagai modal setelah bebas.

 

“Kita perbanyak Balai Latihan Kerja (BLK). Saya minta para kepala lapas untuk tidak hanya bekerja di dalam, tapi juga bergaul dan menjalin kerja sama di luar. Agar warga binaan punya skill, penghasilan, dan kesiapan saat kembali ke tengah masyarakat,” pungkasnya.

 

Pesan dan perhatian Menteri Agus ini menjadi penguat semangat bagi seluruh petugas Lapas Ciamis, sekaligus menjadi harapan baru bagi para warga binaan yang ingin bangkit dan memulai hidup yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Daerah

“Polres Pangandaran memastikan penanganan dugaan perusakan 63 pohon karet milik PTPN I Regional 2 masih berada pada tahap penyelidikan. Kepolisian menegaskan seluruh laporan akan diproses secara profesional, objektif, dan berdasarkan alat bukti, sementara masyarakat diminta menghormati proses hukum serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.”

Daerah

“Final Camat Cup 2026 di Alun-alun Malangbong berlangsung meriah dengan antusiasme ratusan penonton. Plt Camat Malangbong mengajak masyarakat menjaga sportivitas dan ketertiban, sementara KOK Malangbong mengapresiasi kerja keras panitia yang telah menyukseskan turnamen bola voli antar desa sebagai ajang pembinaan atlet sekaligus mempererat persatuan masyarakat.”

Jawa Barat

“Pemuda merupakan tonggak pembangunan bangsa. Di era digital, penguasaan teknologi menjadi kunci agar generasi muda mampu bersaing secara global. KNPI Kabupaten Bekasi dan Wuling Motors menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemuda dan industri dapat membuka peluang kerja sekaligus mendorong lahirnya generasi yang siap menghadapi masa depan.”

Aceh

Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan yang diucapkan setiap peringatan 1 Juni. Nilai-nilainya harus hadir dalam tindakan nyata, mulai dari menghormati perbedaan, menjaga persatuan, hingga mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Masa depan bangsa tidak ditentukan oleh seberapa lantang kita menyebut Pancasila, tetapi oleh seberapa konsisten kita mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.”