Scroll untuk baca berita
DaerahPOLRES PANGANDARAN

Polres Pangandaran Peringati Harkitnas ke-117: Bangkit untuk Indonesia Emas

482
×

Polres Pangandaran Peringati Harkitnas ke-117: Bangkit untuk Indonesia Emas

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//KepolisianResor (Polres) Pangandaran menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 di Lapang Alun-alun Parigi, Kabupaten Pangandaran, Selasa (20/5/2025). Upacara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pangandaran, AKBP Mujianto, S.I.K., M.H.

Kegiatan diikuti oleh jajaran pejabat utama Polres, para perwira staf, bintara, dan ASN Polres Pangandaran. Dalam amanatnya, Kapolres mengajak seluruh peserta untuk meneladani semangat kebangkitan nasional yang telah dicanangkan sejak berdirinya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908.

“Hari ini kita mengenang tonggak penting dalam sejarah bangsa. Berdirinya Boedi Oetomo menjadi simbol bangkitnya kesadaran nasional untuk bersatu, memperjuangkan kemerdekaan, dan menatap masa depan sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat, dan bermartabat,” ujar Kapolres.

Dengan mengusung tema “Bangkit untuk Indonesia Emas”, AKBP Mujianto menekankan pentingnya peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional dan dapat dipercaya. Ia juga mengajak seluruh personel Polres Pangandaran untuk menjadikan momentum Harkitnas sebagai ajang refleksi dalam meningkatkan kedisiplinan, dedikasi, dan integritas.

“Semangat kebangkitan harus tercermin dalam disiplin kerja, loyalitas, integritas, serta semangat melayani tanpa pamrih. Mari kita jaga kekompakan, jauhi pelanggaran, dan terus tingkatkan kapasitas diri agar mampu menjawab tantangan tugas di masa depan,” tegasnya.

Upacara berlangsung khidmat dan berjalan lancar dalam suasana aman dan tertib. Polres Pangandaran menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan daerah serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Turnamen Badminton Kapolres Cup VI bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi menjadi momentum mempererat kebersamaan, memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat, serta membuka ruang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Nagan Raya di masa depan,” ujar Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K. saat membuka turnamen dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. :::

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya meminta pemerintah pusat mempercepat pembangunan 647 hunian tetap bagi korban banjir di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Selain hunian, percepatan pembangunan sekolah permanen dan pemulihan infrastruktur jembatan yang rusak juga menjadi prioritas agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.”

Aceh

“Melalui pembinaan teknis lanjutan EPSS ini, kami berharap seluruh SKPK di Kabupaten Nagan Raya dapat memperkuat tata kelola statistik sektoral yang akurat, terintegrasi, dan terpercaya guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data serta meningkatkan nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Tahun 2026.” — Masitoh, S.K.M., M.K.M., Kabid Statistik Diskominfo Kabupaten Nagan Raya.

Daerah

Kutipan Berita:
“Prestasi luar biasa kembali ditorehkan SDN Neglasari, Kecamatan Pancatengah. Dalam ajang O2SN tingkat kecamatan tahun 2026, para siswa berhasil membawa pulang 9 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat juang siswa, guru, serta dukungan orang tua mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.”

Daerah

“Akta cerai atas nama mempelai perempuan tidak pernah tercatat di Pengadilan Agama Jepara. Pernikahan tersebut juga tidak diproses melalui desa maupun KUA, sehingga kuat dugaan dilakukan dengan menggunakan modin aspal,” ungkap Modin Desa Kancilan, Luqman H., menegaskan adanya kejanggalan dalam administrasi pernikahan warga Kancilan yang berlangsung pada 29 Maret 2026.

Aceh

“LSM GMBI Aceh mendesak audit menyeluruh dana kebencanaan Kota Langsa setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian data penerima bantuan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai lemah, sehingga berpotensi mencederai keadilan bagi korban banjir. Audit independen dianggap penting untuk memastikan setiap rupiah digunakan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik