Scroll untuk baca berita
AcehDaerah

Desa Babah Rot Salurkan BLT-DD Tahap II Tahun 2025, Warga Gunakan untuk Kebutuhan Pokok

887
×

Desa Babah Rot Salurkan BLT-DD Tahap II Tahun 2025, Warga Gunakan untuk Kebutuhan Pokok

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK, Nagan Raya.-Pemerintah Desa Babah Rot, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Tahap II Tahun 2025 kepada masyarakat setempat, Kamis (31/7/2025). Bantuan tersebut disalurkan untuk periode tiga bulan, yakni April, Mei, dan Juni, dengan total nilai sebesar Rp900.000 per penerima manfaat.

Penyaluran BLT-DD berlangsung di kantor desa dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan, di antaranya Babinsa, Bhabinkamtibmas, pendamping desa, sekretaris desa, aparatur desa, serta masyarakat penerima manfaat.

Penyaluran bantuan ini mengacu pada Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021, serta Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 222/PMK.07/2020 tentang Pengelolaan Dana Desa.

Keuchik Desa Babah Rot melalui Sekretaris Desa, Bustanuddin, menyampaikan bahwa BLT-DD sangat membantu masyarakat kurang mampu dalam menghadapi tekanan ekonomi akibat harga kebutuhan pokok yang terus meningkat.

“Salah satu warga bahkan mengaku sangat bersyukur karena bantuan ini bisa digunakan untuk membeli beras, yang saat ini harganya cukup tinggi,” ujar Bustanuddin.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa untuk jangka panjang, Pemerintah Desa Babah Rot berencana mendorong percepatan ekonomi masyarakat melalui penguatan koperasi desa yang mandiri.

“Kami berharap ke depan masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi bisa mandiri secara ekonomi melalui kegiatan usaha berbasis desa,” tambahnya.

Penyaluran BLT-DD ini diharapkan menjadi solusi jangka pendek atas kebutuhan mendesak masyarakat, sekaligus menjadi dorongan bagi pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Daerah

Kutipan Berita Unggulan:
“Empat medali emas menjadi modal awal bagi Kontingen Jepara untuk terus melaju di Porprov XVII Jawa Tengah 2026. Dengan semangat juang, kerja keras, dan kekompakan seluruh atlet, pelatih, serta ofisial, Jepara optimistis mengejar target 50 medali emas dan menembus empat besar.”

Aceh

“Dugaan aktivitas warga negara asing di kawasan hutan Aceh harus ditelusuri secara serius melalui pemeriksaan faktual dan koordinasi lintas instansi. Jika terbukti terdapat pelanggaran keimigrasian, pertambangan, kehutanan, atau lingkungan hidup, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, profesional, dan tanpa pandang bulu sesuai ketentuan perundang-undangan. Namun, seluruh proses tetap harus menjunjung asas praduga tak bersalah serta mengedepankan transparansi kepada masyarakat.”

Aceh

Transparansi pembangunan jembatan Alue Siron–Alue Bata di Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya, perlu mendapat perhatian serius. Masyarakat berhak mengetahui status pekerjaan, sumber anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab. Instansi terkait diharapkan memberikan klarifikasi agar tidak menimbulkan spekulasi dan memastikan pembangunan infrastruktur berjalan secara transparan serta dapat dipertanggungjawabkan.”

Daerah

“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Nagan Raya membutuhkan sinergi, komitmen, dan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah daerah diharapkan segera menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil monitoring, memastikan realisasi anggaran berjalan optimal, serta mempercepat pemulihan infrastruktur dan pelayanan publik agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak.”

Aceh

“Monitoring dan evaluasi kesiapan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Pidie menjadi langkah penting untuk memastikan pembangunan yang telah dilaksanakan dapat segera ditindaklanjuti dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Pemerintah daerah berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu mempercepat operasionalisasi koperasi sebagai penggerak ekonomi gampong, memperkuat kemandirian masyarakat, serta menghadirkan manfaat nyata bagi perekonomian desa.”