Scroll untuk baca berita
AcehPolitik

Pemkab Aceh Besar Ingatkan Keuchik: Waspadai Modus Pengawasan Palsu terhadap Dana Desa

566
×

Pemkab Aceh Besar Ingatkan Keuchik: Waspadai Modus Pengawasan Palsu terhadap Dana Desa

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK|•Kota Jantho – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh keuchik dan perangkat gampong agar tidak melayani permintaan dari kelompok atau lembaga non-pemerintah yang mengatasnamakan pengawasan atau kerja sama dengan desa. Hal ini menyusul adanya indikasi pihak-pihak tertentu yang mencoba mengutil Dana Desa dengan berbagai modus.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Besar, Bahrul Jamil, didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG), Carbaini, menegaskan bahwa penggunaan Dana Desa telah ditetapkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dan mendapat persetujuan warga gampong. Oleh karena itu, penggunaannya di luar ketentuan tersebut tidak dibenarkan.

“Pihak-pihak di luar mekanisme resmi pemerintah, seperti inspektorat dan aparat penegak hukum, tidak memiliki kewenangan untuk mengawasi Dana Desa. Jika ada yang mengatasnamakan komunitas atau lembaga tertentu dan meminta uang, segera laporkan,” tegas Bahrul Jamil, Senin (17/03/2025) malam.

Ia mengungkapkan, belakangan ini sejumlah kelompok non-pemerintah sering mendatangi keuchik dengan berbagai alasan, mulai dari pengawasan hingga tawaran kerja sama. Namun, pada akhirnya mereka justru meminta uang atau fasilitas tertentu dari desa.

“Jika ada pihak yang ingin mengetahui penggunaan Dana Desa, silakan melihat Papan Informasi Gampong yang sudah diunggah ke pihak terkait. Tidak perlu menginterogasi keuchik atau perangkat gampong dengan berbagai dalih,” tambahnya.

Pemkab Aceh Besar menegaskan bahwa pengelolaan Dana Desa telah diatur melalui Peraturan Tiga Menteri—Menteri Dalam Negeri, Menteri Desa, dan Menteri Keuangan. Transparansi dalam penggunaannya juga telah berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Dengan adanya peringatan ini, keuchik dan perangkat gampong diimbau untuk lebih waspada terhadap modus-modus mencurigakan yang berpotensi merugikan desa. Jika mengalami tekanan atau indikasi pemerasan, diminta untuk segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Turnamen Badminton Kapolres Cup VI bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi menjadi momentum mempererat kebersamaan, memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat, serta membuka ruang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Nagan Raya di masa depan,” ujar Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K. saat membuka turnamen dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. :::

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya meminta pemerintah pusat mempercepat pembangunan 647 hunian tetap bagi korban banjir di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Selain hunian, percepatan pembangunan sekolah permanen dan pemulihan infrastruktur jembatan yang rusak juga menjadi prioritas agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.”

Aceh

“PT Sofindo Seunagan kembali menunjukkan komitmennya terhadap kesehatan dan keselamatan kerja dengan menggelar Medical Check Up (MCU) bagi seluruh karyawan dan buruh pekerja. Pemeriksaan kesehatan yang berlangsung selama 2-4 Juni 2026 ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam memastikan kondisi kesehatan tenaga kerja tetap terjaga sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat, aman, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.”

Aceh

Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan yang diucapkan setiap peringatan 1 Juni. Nilai-nilainya harus hadir dalam tindakan nyata, mulai dari menghormati perbedaan, menjaga persatuan, hingga mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Masa depan bangsa tidak ditentukan oleh seberapa lantang kita menyebut Pancasila, tetapi oleh seberapa konsisten kita mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.”

Aceh

“Melalui pembinaan teknis lanjutan EPSS ini, kami berharap seluruh SKPK di Kabupaten Nagan Raya dapat memperkuat tata kelola statistik sektoral yang akurat, terintegrasi, dan terpercaya guna mendukung pengambilan kebijakan berbasis data serta meningkatkan nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Tahun 2026.” — Masitoh, S.K.M., M.K.M., Kabid Statistik Diskominfo Kabupaten Nagan Raya.