Scroll untuk baca berita
AcehNEWS-BIDIK NAGANRAYA

Pemkab Nagan Raya Tinjau Langsung Penyaluran Bantuan Korban Banjir di Kuta Trieng

815
×

Pemkab Nagan Raya Tinjau Langsung Penyaluran Bantuan Korban Banjir di Kuta Trieng

Sebarkan artikel ini

NEWSBIDIK, Suka Makmue – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya bergerak cepat menindaklanjuti persoalan penyaluran bantuan bagi warga terdampak banjir hidrometeorologi di Gampong Kuta Trieng, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Selasa (12/5/2026). Kehadiran langsung jajaran pemerintah daerah tersebut bertujuan untuk memastikan proses bantuan berjalan lancar sekaligus menjawab berbagai keluhan masyarakat terkait bantuan rumah dan jaminan hidup.

Pertemuan bersama warga korban banjir itu dihadiri oleh Bupati Nagan Raya yang diwakili Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah, Ir. H. Hizbulwatan. Turut hadir Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K., bersama sejumlah pejabat daerah lainnya seperti Kepala Pelaksana BPBD Nagan Raya Irfanda Rinaldi, S.STP., Plt. Kepala Dinas Sosial Ali Munir, S.E., M.M., Ak., Kepala Dinas Kominfo Arafik Karim, MPA, Kepala Dinas Perkim Syafriadi Betra, S.T., Kasatpol PP-WH Saiful Bahri, S.H., M.H., Plt. Camat Darul Makmur, hingga anggota DPRK Nagan Raya Heri Yanda, S.AB.

Dalam dialog tersebut, pemerintah daerah mendengarkan langsung aspirasi masyarakat terkait bantuan rehabilitasi rumah yang rusak akibat banjir serta bantuan jaminan hidup atau jadup yang hingga kini masih dinantikan sebagian warga.

Melalui Kepala Pelaksana BPBD Nagan Raya, Irfanda Rinaldi, pemerintah daerah menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran bantuan sebenarnya telah berjalan sesuai prosedur sebagaimana diterapkan di wilayah lain yang juga terdampak bencana. Menurutnya, masyarakat hanya perlu melengkapi sejumlah administrasi teknis agar bantuan dapat segera dicairkan.

Irfanda menjelaskan, persoalan yang muncul di lapangan lebih banyak dipicu oleh kurangnya kesamaan pemahaman antara informasi yang diterima masyarakat dengan proses teknis yang dijalankan pemerintah. Akibatnya, muncul anggapan bahwa bantuan belum berjalan sebagaimana mestinya.

Ia menegaskan bahwa Pemkab Nagan Raya terus melakukan pendampingan langsung kepada masyarakat penerima bantuan agar proses administrasi dapat segera diselesaikan. Bahkan, beberapa bantuan rumah warga di Gampong Kuta Trieng disebut telah memasuki tahap pengerjaan hingga 70 persen.

Pemerintah daerah berharap warga penerima bantuan dapat segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan agar seluruh proses penyaluran bantuan berjalan tanpa hambatan. Selain fokus pada bantuan rumah, Pemkab Nagan Raya juga sedang memproses bantuan jaminan hidup tahap kedua untuk para korban banjir.

Menurut Irfanda, pendataan calon penerima bantuan jadup tahap kedua telah selesai dilakukan dan saat ini usulannya sudah disampaikan ke Kementerian Sosial Republik Indonesia. Pemerintah daerah juga berkomitmen mengawal langsung proses tersebut agar bantuan dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan.

Sebagai bentuk keseriusan, pemerintah daerah bahkan menugaskan sejumlah pejabat terkait untuk datang langsung ke Kementerian Sosial guna mempercepat tindak lanjut pengusulan bantuan tersebut. Langkah ini dilakukan agar harapan masyarakat korban banjir bisa segera terwujud.

Sementara itu, salah seorang warga Gampong Lamie, Marzuki Yakob, menyampaikan apresiasinya kepada Bupati Nagan Raya beserta seluruh jajaran pemerintah daerah yang turun langsung menemui masyarakat. Ia menilai kehadiran pemerintah di tengah warga sangat penting karena mampu memberikan penjelasan yang lebih jelas terkait proses bantuan.

Menurut Marzuki, dengan adanya komunikasi langsung antara masyarakat dan pemerintah, informasi yang beredar menjadi lebih terang dan tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman di tengah warga terdampak banjir.

Tinggalkan Balasan

Aceh

“Konferensi pers ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Nagan Raya untuk menghadirkan keterbukaan informasi, memperkuat komunikasi publik, serta memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan berimbang terkait pelayanan di RSUD Sultan Iskandar Muda.”

Aceh

“Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menyiapkan 270 peserta didik dari seluruh kecamatan untuk mengikuti Program Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Program pendidikan berbasis asrama ini menjadi langkah nyata memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan upaya memutus mata rantai kemiskinan.”

Aceh

“Persoalan yang mencuat di RSUD Sultan Iskandar Muda tidak hanya menyangkut administrasi dan keuangan, tetapi juga menyentuh kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Mulai dari keterlambatan pembayaran TPP ASN, persoalan sanitasi, hingga temuan BPK terkait indikasi pembayaran jasa pelayanan kesehatan secara ganda menjadi perhatian yang diharapkan segera ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh dan langkah perbaikan tata kelola oleh Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.”

Aceh

“Kami, jajaran KPA Wilayah Nagan Raya bersama seluruh pimpinan Sagoe dan Ketua Tuha Peut, menyatakan dukungan penuh kepada Abu Said Isa Quraisy (Abu Malaka) sebagai Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Nagan Raya. Sikap ini lahir dari aspirasi kader di tingkat bawah demi menjaga stabilitas organisasi, memperkuat persatuan, serta memastikan Partai Aceh tetap berjalan sesuai semangat perjuangan dan kepentingan kader.”

Aceh

“Mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel Polri untuk meningkatkan produktivitas, profesionalisme, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Tantangan Polri ke depan semakin berat dan kompleks, sehingga seluruh personel dituntut terus meningkatkan integritas dan pelayanan demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Nagan Raya,” ujar Kapolres Nagan Raya AKBP Dr. Benny Bathara, S.I.K., M.I.K.

Aceh

“Terbitnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Giok Nagan menjadi langkah strategis dalam melindungi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi potensi unggulan daerah. Pengakuan ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk terus mengembangkan Giok Nagan secara berkelanjutan demi mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nagan Raya.”

Aceh

“Perselisihan terkait dugaan penyadapan pohon karet di Desa Kuala Ligan, Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, berujung tragis. Seorang petani berusia 58 tahun meninggal dunia setelah mengalami luka bacok di bagian leher. Pelaku yang diduga emosi usai mengetahui pohon karetnya disadap kemudian menyerahkan diri ke pihak kepolisian untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.”

Aceh

“Keberadaan perusahaan di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penggerak ekonomi daerah, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar serta tetap menjaga kelestarian lingkungan. Hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat harus terus dibangun melalui komunikasi, musyawarah, dan kerja sama yang berkelanjutan,” — Teuku Khalilullah, Camat Tadu Raya.