Scroll untuk baca berita
Jawa BaratReligi

Semarak Tahun Baru Islam di Rawa Kuda, Ribuan Warga Antusias Ikuti Pawai Obor dan Sedekah Bumi

2186
×

Semarak Tahun Baru Islam di Rawa Kuda, Ribuan Warga Antusias Ikuti Pawai Obor dan Sedekah Bumi

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//Bekasi – Semangat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 H terasa begitu kental di Kampung Rawa Kuda, Desa Karang Harum, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi. Ribuan warga tumpah ruah dalam perayaan religius

yang digelar

pada Kamis malam, (26/6/ 2025).

Suasana penuh khidmat dan kebersamaan terlihat dalam kegiatan yang dikemas dalam bentuk pawai obor dan tradisi sedekah bumi.

Acara diawali dengan pawai obor yang melibatkan lebih dari 500 obor menyala, diarak keliling kampung oleh warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Sorak sorai dan lantunan sholawat bergema sepanjang jalan, menambah semarak malam pergantian tahun baru Islam yang dalam budaya Jawa juga dikenal sebagai malam 1 Suro.

Kegiatan ini diprakarsai langsung oleh Kepala Desa Karang Harum, Haji Rimansyah, yang dikenal sebagai sosok pemimpin dekat dengan masyarakat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas antusiasme masyarakat dalam menyambut datangnya tahun baru Islam.

“Ini bukan sekadar perayaan, tapi momentum spiritual untuk memperkuat persaudaraan, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT,” ujar Haji Rimansyah.

Setelah pawai obor, acara dilanjutkan dengan doa bersama dan tradisi sedekah bumi yang dipimpin oleh para tokoh agama dan ulama setempat, seperti Ustaz Yoyo dan Ustaz Suhenda. Sedekah bumi menjadi simbol rasa syukur atas nikmat rezeki serta doa agar desa dijauhkan dari mara bahaya dan diberi keberkahan di tahun-tahun mendatang.

Masyarakat terlihat sangat khusyuk mengikuti rangkaian acara. Kaum ibu, bapak-bapak, hingga anak-anak berkumpul di lapangan utama desa dengan penuh semangat. Beberapa warga juga membawa makanan dan hasil bumi untuk dibagikan sebagai bentuk sedekah.

“Ini momen yang sangat kami tunggu setiap tahunnya. Selain mempererat silaturahmi, kami juga merasa lebih dekat dengan nilai-nilai Islam,” ungkap Ibu Nurhayati, salah satu warga yang turut hadir.

Acara ditutup dengan doa bersama dan tausiyah singkat yang mengingatkan pentingnya hijrah secara spiritual, yakni berpindah dari hal-hal yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih berkah dan diridhai Allah SWT. Suasana malam itu terasa begitu hangat dan penuh kedamaian.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa masyarakat Karang Harum masih menjaga tradisi dan nilai-nilai keislaman dengan semangat yang tinggi, menjadikan malam 1 Muharam bukan hanya sebagai pergantian kalender, tapi juga momen refleksi dan kebangkitan spiritual bersama.

Tinggalkan Balasan

Daerah

Kutipan Berita:
“Prestasi luar biasa kembali ditorehkan SDN Neglasari, Kecamatan Pancatengah. Dalam ajang O2SN tingkat kecamatan tahun 2026, para siswa berhasil membawa pulang 9 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Capaian ini menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat juang siswa, guru, serta dukungan orang tua mampu melahirkan prestasi yang membanggakan.”

Jawa Barat

KIM-PG Kabupaten Bekasi hingga kini belum menentukan sikap resmi terkait dukungan calon ketua Partai Golkar. Namun Ketua KIM-PG, Efendi Subandono, secara pribadi menyatakan dukungannya kepada H. Akhmad Marjuki SH MH sebagai figur yang dinilai paling layak memimpin Golkar Kabupaten Bekasi. Meski demikian, keputusan final menunggu struktur DPD Golkar Jawa Barat resmi dilantik pasca Musda XI.”

Daerah

“Polres Bogor membongkar jaringan pengoplosan LPG bersubsidi yang beroperasi di dua lokasi berbeda, menyebabkan kerugian negara mencapai Rp13,2 miliar per bulan. Dari penggerebekan di Sukaraja dan Cileungsi, polisi mengamankan 793 tabung gas berbagai ukuran serta 76 alat suntik. Para pelaku diketahui meraup keuntungan hingga Rp1,3 miliar per hari dengan memindahkan isi gas 3 kilogram subsidi ke tabung 12 kilogram non-subsidi. Kapolres Bogor menegaskan bahwa praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mencuri hak masyarakat kecil yang berhak menerima subsidi.”

Headline

“Penggerebekan gudang pengoplosan LPG di Cileungsi membuka fakta mengejutkan: praktik ilegal yang berjalan sejak 2025 ini mampu meraup keuntungan hingga Rp13 miliar per bulan. Selain merugikan negara, aktivitas pemindahan gas bersubsidi ke tabung non-subsidi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan warga karena dilakukan tanpa standar keamanan. Polisi menegaskan, para pelaku dijerat UU Migas dan pasal pidana umum terkait perbuatan curang serta peredaran barang tidak sesuai standar.”