Scroll untuk baca berita
HeadlineJawa TengahKesehatanPeristiwa

Unissula Tegakkan Disiplin, Dosen Terlibat Insiden di RS Islam Sultan Agung Dijatuhi Sanksi

957
×

Unissula Tegakkan Disiplin, Dosen Terlibat Insiden di RS Islam Sultan Agung Dijatuhi Sanksi

Sebarkan artikel ini
Juru Bicara Rektor Unissula, Prof. Jawade Hafid, memberikan keterangan pers terkait sanksi disiplin terhadap dosen Unissula usai insiden di RS Islam Sultan Agung. Konferensi pers digelar pada Kamis (18/9/2025). Dok. foto: newsbidik.com/Browibowo

NEWS BIDIK, SEMARANG – Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menunjukkan sikap tegas dalam menegakkan kode etik dosen. Seorang dosen, Dr. Muhammad Qias Syahputra, resmi dijatuhi sanksi usai terlibat dalam insiden di Rumah Sakit Islam Sultan Agung, pada Jumat, 5 September 2025.

baca juga

Presiden Prabowo Resmikan 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih, Simbol Kebangkitan Ekonomi Rakyat

Juru Bicara Rektor Unissula, Prof. Jawade Hafid, menuturkan bahwa peristiwa tersebut awalnya diupayakan penyelesaiannya secara tripartit, melibatkan pasien beserta keluarga, tenaga medis, dan pihak rumah sakit. Namun karena salah satu pihak adalah dosen Unissula, maka universitas wajib mengambil langkah sesuai aturan yang berlaku.

baca juga

Wujud Penghormatan, Wali kota Semarang, Agustina Wilujeng Abadikan Nama YB Mangunwijaya Menjadi Jalan di TPA Jatibarang

Dewan Etik Dosen dibentuk untuk mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak terkait, termasuk Direktur RS Islam Sultan Agung, dr. Agus Ujianto, SpOG, dokter Stefani, serta Dr. Qias sendiri.

Insiden di Ruang Persalinan

Hasil klarifikasi menunjukkan adanya ketegangan saat proses persalinan. Pasien yang merupakan istri Qias mengalami rasa sakit hebat dan membutuhkan tindakan anestesi (ILA), namun dokter anestesi terlambat datang. Kondisi ini membuat Qias bersikap emosional dengan melontarkan kata-kata kasar serta mendorong dokter keluar dari ruang persalinan.

Tidak ditemukan bukti pemukulan atau kontak fisik serius. Namun, Dewan Etik menilai tindakan tersebut melanggar etika dosen. Selain itu, terkonfirmasi adanya kerusakan pada pintu ruang persalinan akibat tindakan tergesa-gesa Qias.

SK Rektor: Pembebasan Tugas 6 Bulan

Atas dasar rekomendasi Dewan Etik, Rektor Unissula menerbitkan Surat Keputusan Nomor 8945/G.1/SA/IX/2025 yang menetapkan sanksi berupa pembebasan sementara dari tugas dan fungsi akademik selama enam bulan, terhitung 18 September 2025 hingga 17 Maret 2026.

Prof. Jawade menegaskan, keputusan ini bukan sekadar hukuman, melainkan bagian dari komitmen menjaga integritas lembaga dan memberi teladan bagi sivitas akademika.

“Universitas tidak akan membiarkan setiap tindakan yang mencederai etika, baik di dalam maupun di luar kampus. Setiap dosen adalah teladan bagi mahasiswa dan masyarakat. Karena itu, pelanggaran terhadap nilai keislaman dan kode etik akan ditindak tegas,” ujarnya.

Peneguhan Nilai dan Teladan

Unissula kembali menekankan pentingnya nilai birrul walidain (berbakti kepada orang tua) dan takrimul aula (menyayangi yang muda) sebagai landasan moral dalam kehidupan akademik. Nilai-nilai inilah yang menjadi pilar pembentukan generasi unggul, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat, bangsa, serta negara.kamis, (18/9/2025).

“Dengan berlandaskan kasih sayang dan etika yang kokoh, kami berharap setiap dosen mampu menjalankan tri dharma perguruan tinggi secara profesional. Peristiwa ini menjadi pengingat agar kita semua lebih berhati-hati, lebih sabar, dan tetap menjunjung tinggi martabat sebagai pendidik,” tambahnya.

Unissula berharap, keputusan ini dapat menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh civitas akademika dan memastikan universitas tetap fokus pada pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

baca juga

Ahmad Luthfi Dorong Mahasiswa Unimus Junjung Integritas dan Jiwa Melayani

Aceh

“Kesigapan warga bersama aparat kepolisian berhasil menyelamatkan nyawa seorang bocah 11 tahun yang diserang ular phyton di kawasan rawa Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya satwa liar di lingkungan sekitar permukiman,” ujar Kapolsek Kuala Pesisir IPDA Ghozi Al Falah, S.Tr.K.

Daerah

Proyek revitalisasi SD Negeri 5 Cepogo dengan nilai anggaran hampir Rp800 juta hingga kini belum rampung meski telah melewati batas waktu pelaksanaan. Selain keterlambatan, tim aliansi dan media juga menemukan pekerja di lokasi proyek tidak menggunakan alat pelindung diri, yang berpotensi melanggar aturan keselamatan kerja,” ujar tim investigasi aliansi kepada NEWS BIDIK, Jumat (26/12/2025).

Jawa Tengah

Pembangunan revitalisasi SMP Tahfidz Annur Tahunan Jepara kembali disorot. Temuan di lapangan menunjukkan sejumlah bagian bangunan diduga tidak sesuai spesifikasi, mulai dari pengecoran hingga atap yang dinilai tidak memenuhi standar. Minimnya pengawasan proyek turut menjadi sorotan, sementara panitia tetap optimistis pekerjaan selesai sebelum tenggat, meski progres dinilai jauh dari target.”

Jawa Tengah

Dugaan pungutan liar dalam pelaksanaan Program PTSL di Desa Kawengen semakin menguat setelah ratusan warga mengaku dipungut biaya Rp500.000 per bidang tanah, jauh di atas ketentuan resmi. Meski Kepala Desa Marjani berdalih biaya tersebut telah disepakati dan diketahui sejumlah pihak, warga menilai praktik ini sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang yang harus segera ditindaklanjuti Aparat Penegak Hukum (APH). Media dan warga mendesak investigasi penuh untuk memastikan transparansi dan keadilan dalam program sertifikasi tanah tersebut.”