NEWS BIDIK, Nagan Raya – Seluruh dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Iskandar Muda (SIM), Kabupaten Nagan Raya, Aceh, melakukan aksi mogok kerja terbatas pada Selasa (2/9/2025). Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap penyusunan draft Peraturan Bupati (Perbup) tentang remunerasi yang dinilai dilakukan secara sepihak oleh Plt. Direktur RSUD SIM tanpa melibatkan tenaga medis maupun Komite Medik.
baca juga
Presiden Prabowo Tegaskan Pasal 33 UUD 1945 Jadi Fondasi Pembangunan Ekonomi Nasional
Salah satu dokter spesialis RSUD SIM, dr. Fadhlan, Sp.An, mengatakan bahwa meski mogok kerja dilakukan, layanan gawat darurat tetap berjalan normal. “Sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat, seluruh layanan IGD, ICU, kamar bedah emergensi, dan perawatan pasien kritis tetap beroperasi. Mogok hanya berlaku untuk layanan non-emergensi dan rawat jalan,” ujarnya saat dihubungi melalui WhatsApp.
baca juga
Warga Desa Cot Rambong Tolak Pengukuran Areal HGU PT Ambya Putra
Menurut para dokter, aksi ini terpaksa dilakukan setelah berbagai upaya komunikasi dengan Plt. Direktur tidak mendapatkan respons serius. Draft Perbup yang disusun dinilai bermasalah karena:
1. Melanggar prinsip keterbukaan, sebab tidak melibatkan tenaga medis dan bertentangan dengan UU No. 12 Tahun 2011.
2. Tidak adil dan tidak proporsional, alokasi insentif jauh dari standar nasional serta mengabaikan hasil rumusan tim resmi.
3. Berpotensi merugikan keuangan rumah sakit, karena kebijakan ini bisa memperburuk arus kas dan menghambat penyelesaian hutang.
“Kami sudah tidak punya jalan lain. Berbulan-bulan kami bahkan rela menggunakan dana pribadi untuk membeli perlengkapan medis. Tapi ketika hak kami untuk didengarkan dalam penyusunan kebijakan malah diabaikan, kami harus bersuara,” tegas dr. Herizal, Sp.THT-KL, perwakilan Komite Medik RSUD SIM.
Ia menambahkan bahwa perjuangan ini bukan semata-mata untuk kepentingan dokter, melainkan demi keberlangsungan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat Nagan Raya. “Kami berharap masyarakat memahami bahwa ini pilihan terakhir yang sangat berat bagi kami,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, Plt. Direktur RSUD SIM, dr. Ikbal, ketika dikonfirmasi via WhatsApp, menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan mediasi dengan para dokter.
Sementara itu, Kapolsek Kuala, IPTU Zulkahar, SH, membenarkan adanya aksi mogok tersebut. Ia menyebut telah menugaskan personel untuk mengamankan jalannya mediasi. “Benar, para dokter sedang mogok dan saat ini Plt. Direktur tengah melakukan mediasi. Kami sudah menurunkan personel untuk memastikan situasi tetap kondusif,” ujarnya singkat.
baca juga























