Scroll untuk baca berita
DaerahUngaran

Komunitas TERATE Lereng Ungaran Galang Dana untuk Anggota yang Sakit Lewat Kopi Darat

416
×

Komunitas TERATE Lereng Ungaran Galang Dana untuk Anggota yang Sakit Lewat Kopi Darat

Sebarkan artikel ini

NEWS-BIDIK,//UNGARAN, KABUPATEN SEMARANG – Solidaritas dan kepedulian menjadi semangat utama dalam pertemuan kopi darat yang digelar Komunitas TERATE Lereng Gunung Ungaran, Kamis (22/5) malam. Dalam acara yang berlangsung mulai pukul 19.22 WIB tersebut, para anggota dan simpatisan berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp570.000 untuk membantu salah satu anggota mereka, Mas Agung (akrab disapa Kentus), yang tengah berjuang melawan sakit.

Pertemuan hangat ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan masih kuat terjaga di tengah masyarakat. Para peserta hadir bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga menunjukkan kepedulian secara nyata. Mereka datang dengan semangat memberi, membawa kontribusi, ide, dan harapan untuk membantu sesama.

Mas Agung W., koordinator komunitas sekaligus penggerak kegiatan, menyampaikan apresiasi mendalam atas antusiasme yang ditunjukkan para anggota. Ia menekankan pentingnya solidaritas dan peran komunitas dalam mendukung anggotanya yang sedang mengalami kesulitan.

“Ini bukan hanya soal uang, tapi soal kebersamaan. Saat ada yang jatuh, kita bangkitkan bersama. Itu semangat TERATE,” ujar Mas Agung W. tegas.

Selain penggalangan dana secara langsung, pertemuan ini juga menjadi ajang diskusi strategis. Para anggota bertukar pikiran mengenai cara-cara kreatif untuk memperluas jangkauan donasi dan meningkatkan partisipasi dalam kegiatan sosial lainnya. Beberapa ide seperti open donasi digital dan kolaborasi dengan komunitas lain pun turut mengemuka.

Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan solidaritas serupa di wilayah lain. Komunitas TERATE membuktikan bahwa lewat langkah sederhana dan niat tulus, bantuan nyata bisa terwujud untuk mereka yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Daerah

Proyek revitalisasi SD Negeri 5 Cepogo dengan nilai anggaran hampir Rp800 juta hingga kini belum rampung meski telah melewati batas waktu pelaksanaan. Selain keterlambatan, tim aliansi dan media juga menemukan pekerja di lokasi proyek tidak menggunakan alat pelindung diri, yang berpotensi melanggar aturan keselamatan kerja,” ujar tim investigasi aliansi kepada NEWS BIDIK, Jumat (26/12/2025).

Aceh

Ketua Wilter LSM GMBI Aceh, Zulfikar Z, menyoroti dugaan pengabaian putusan Mahkamah Agung RI Nomor 690 PK/Pdt/2018 oleh PT Surya Panen Subur (SPS) yang beroperasi di Desa Pulou Kruet, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya. Dalam putusan tersebut, PT SPS dihukum untuk membayar ganti rugi materil sebesar Rp136,8 miliar dan melakukan pemulihan lingkungan lahan gambut terbakar seluas 1.200 hektare dengan nilai Rp302,1 miliar.
Zulfikar mendesak Pemkab Nagan Raya dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar tidak menutup mata terhadap pelaksanaan putusan ini, serta segera menempuh langkah hukum berupa eksekusi paksa atau penyitaan aset perusahaan bila PT SPS tidak patuh.
Ia juga menantang pihak perusahaan untuk membuka data pemulihan lingkungan ke publik agar transparansi terjaga dan tidak menimbulkan tanda tanya di masyarakat.